Sangihe, Barta1.com – Tim dokter yang melaksanakan vaksinasi tahap perdana di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (1/2/2021) siang, melalui dr Aprikonus Loris SpPD, menjelaskan efek samping yang bisa saja dialami penerima vaksin COVID-19.
Loris yang juga merupakan ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Kepulauan Sangihe, di acara pencanangan vaksin COVID-19 menjelaskan ada beberapa efek samping yang bisa saja didapat penerima vaksinasi seperti gejala ringan hingga shock anafilaksis.
“Supaya kita tidak kaget, efek samping dari imunisasi COVID-19 yang pertama adalah gejala lokal seperti nyeri di tempat penyuntikan, yang kedua bisa kemerahan, kemudian ada gejala sistemik, gejala sistemik misalnya panas. Kalau ada gejala seperti ini bisa dikompres dengan air hangat kemudian diberi obat parasetamol,” ungkap Loris.
Kemudian dalam pelaksanaan vaksinasi penerima vaksin akan melalui masa observasi. Masa observasi pasca-penyuntikan ini berlangsung selama 30 menit dalam pengawasan guna melihat gejala shock anafilaksis yang merupakan gejala paling tinggi.
“Ini merupakan gejala sistemik yang berbahaya dan itu terjadi biasanya kurang dari satu jam. Jadi apabila terjadi gejala seperti itu kita sudah dapat mengantisipasinya,” jelasnya.
Namun begitu pelaksanaan vaksinasi tahap pertama tadi berjalan dengan baik. Tidak ditemukan keluhan-keluhan dari setiap penerima vaksin. Hal ini kemudian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Jopy Thungari, bahwa vaksin COVID-19 jenis Sinovac aman dan halal.
“Kita tidak mendapati keluhan-keluhan pasca-penyuntikan tadi. Termasuk saya sendiri. Ini menandakan bahwa vaksin COVID-19 aman dan halal,” ungkap Thungari yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19. (*)
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post