Talaud, Barta1.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kelangkaan BBM ini berbuntut pada kenaikan harga BBM yang terus menjalar ke desa-desa dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp 17 ribu per liter.
Hal ini membuat Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Talaud, Hariono Bowonseet angkat suara. Aktivis vokal ini mengatakan terobosan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Talaud yakni membangun depo BBM merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kelangkaan BBM.
“Depo BBM adalah solusi yang tepat untuk mengatasi kelangkaan BBM di Kepulauan Talaud. Mengapa? Karena depo ini mampu menjaga pasokan BBM di wilayah perbatasan yaitu Kepulauan Talaud,” ujar Bowonseet.
“Selama ini kebutuhan BBM Kabupaten Kepulauan Talaud masih dipasok dari terminal BBM Bitung yang jaraknya cukup jauh. Khususnya untuk urusan pertahanan di wilayah perbatasan, pasokan BBM terpangkas oleh bahan bakar yang digunakan dalam perjalanan pulang-pergi Talaud ke Bitung dan sebaliknya,” ungkap Bowonseet.
Bowonseet menambahkan kehadiran depo BBM ini akan memutus mata rantai mafia BBM yang mengakibatkan kelangkaan. “Bagaimana BBM satu harga bisa kita nikmati kalau masih ada kelangkaan. Depo ini akan menjaga pasokan BBM sehingga permainan harga akan teratasi,” tutur Bowonseet.
Terpisah, Joelneldis Ontorael S.ST, alumni Akamigas Kementerian ESDM membeberkan manfaat depo BBM yang nantinya akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Kehadiran depo ini bisa menjadi solusi bagi sistem pertahanan keamanan. Artinya, bahan bakar untuk mobilisasi alat-alat tidak lagi diambil dari bitung,” beber Ontorael.
Kata dia, secara keekonomian bahan bakar ini adalah bahan bakar ekonomis bukan subsidi. oleh karena itu, kehadiran depo ini bisa mengatasi kelangkaan BBM. Selain itu, harga BBM bisa dipantau agar program pemerintah pusat BBM satu harga bisa terealisasi.
Ia juga menerangkan kenaikan harga BBM akan mengakibatkan kenaikan harga sembako. “Secara sosial depo ini bisa mengatasi kenaikan harga barang khususnya sembako yang diakibatkan kenaikan harga BBM,” kunci Ontorael.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post