Manado, Barta1.com – Menelusuri pemilik Kedai Kopi Revolusi (KKR), milik Geovany Wiliam Kaleb (26). Ia punya cita-cita untuk mengajak milenial agar bisa mengetahui cerita sejarah Indonesia dengan membaca.
Geovany Wiliam Kaleb adalah anak kedua dari dua bersaudara pasangan Arnold Kaleb dan Adriana Katamona. Awal membuka usaha ini hanya iseng-iseng saja. Hanya untuk berkumpul dengan teman-teman guna berbagi pengetahuan.
“Dimana saya banyak teman-teman aktivis,” kata Geovany kepada Barta1.com, Selasa (9/12/2020).
“Saya orangnya suka membaca, dengan dibukanya KKR ini bukan saja mengajak teman-teman aktivis, melainkan kepada kaum milenial yang saat ini terbuai dengan games, agar bisa mendorong diri mereka suka membaca, mengetahui cerita sejarah Indonesia. Dimana, banyak hal yang benar dianggap salah di negeri ini,” ucapnya.
Namun ada yang kurang jika membaca tidak ada penyegar. “Saya mencoba membuat konsep tempat membaca sekalian menjual minuman dan makanan, agar pembaca merasa nyaman. Tempat membaca ini awalnya diberi nama Kedai Revolusi, namun saya berpikir lagi, seperti ada yang kurang jika hanya Kedai Revolusi, jadi saya mencoba menambah kopi, hingga menjadi KKR, dan KKR ini belum lama dibuka. Tepatnya pada 24 November 2020 kemarin,” ujarnya.
Dengan tampilan yang berbeda ini. Geovany mengakui banyak pengunjung. “Saya merasa senang, kebanyakan milenial yang berkunjung ke KKR sempat membuka beberapa buku yang sudah tersedia,” tambahnya.
“KKR mulai buka jam 5 sore hingga 12 malam, beralamat di Boulevard, Sindulang 2, tepat samping Cafe Kemang, Kota Manado. Jika ada yang mau membaca sambil kopi, makan serta dihibur dengan akustik, sudah tersedia di KKR,” tuturnya.
Sekali lagi, KKR tujuannya, saling mencerdaskan satu dengan yang lainnya, antar generasi muda.
Ia pun menambahkan, usaha KKR ini, dengan anggaran dari kantong pribadi, baik biaya kopi, sirup, bahan makanan, biaya pekerja dan pemain akustik. Geovany mengakui, banyak mendapatkan masukan dari teman-teman demi kemajuan KKR.
“Pada dasarnya, harapan saya adalah agar KKR bisa melahirkan orang-orang cerdas dan kritis, bukan sekedar menjadi tempat nongkrong biasa,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post