Sangihe, Barta1.com – Meski sektor perekonomian terpukul, pandemi tak membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, perbatasan Filipina menyerah untuk terus berusaha mencari nafkah dalam penyesuaian diri di era new normal.
Hal demikian ditandai dengan meningkatnya angka pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) secara tiba-tiba.
Menurut Sonny Kapal, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah Sangihe, selama pandemi telah terjadi lonjakan yang sangat drastis terhadap pelaku UKM, bahkan jumlahnya mencapai 11 ribu dari jumlah awal yang hanya dikisaran 3000 orang.
“Data terakhir pada kami, saat ini ada 11 ribu pelaku UKM yang terdata dari sebelumnya hanya 3000 orang. Dan kenaikan jumlah UKM ini justru pada tahun ini sejak Pandemi Covid-19 melanda daerah kita,” kata Kapal kepada awak media belum lama ini.
Salah satu faktor pendorong bangkitnya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) ini adalah genjotan hasil pertanian seperti maraknya panen tanaman hortikultura yang didoronh terus oleh Pemkab Kepulauan Sangihe.
“Karena ingin mempertahankan hidup ditengah Pandemi Covid-19, dimana-mana tempat petani maupun warga biasa banyak yang bercocok tanam, sehingga, dengan seringnya petani melakukan panen cabe, tomat dan sayur-sayuran, secara tidak langsung memicu warga lainnya terutama warga di wilayah kecamatan dan kampung untuk berjualan di pasar tradisional, termasuk di pasar Towo’e Tahuna,” kata Kapal.
Tak hanya itu, menurutnya sektor perikanan juga cukup signifikan menambah pelaku UKM, termasuk penjual kue dan kuliner yang membuka gerai jualan di pasar-pasar tradisional dan di emperan pertokoan.
“Saat ini saja banyak sekali penjual di jalanan yang menenteng kue dan juga ikan. Mereka hadir sebagai pelaku UKM yang ingin mempertahankan hidup ditengah Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Sementara dengan keterbatasan anggaran yang ada dibarengi meningkatnya pelaku UKM pihaknya kata Sonny tak pernah patah semangat, tapi justru mampu memanfaatkan peluang di sekitar dengan menggandeng pihak terkait, seperti pihak Kamar Dagang dan Iindustri (Kadin) yang belum lama ini menggelar kegiatan UKM Ekspo serta melakukan sosialisasi dan diskusi UKM dengan pihak Radio Republik Indonesia (RRI) Tahuna.
“Kami juga bisa memfasilitasi pelaku UKM pinjaman kredit usaha lewat bank, tapi untuk jumlah pinjaman nanti bank yang tentukan. Begitupun untuk setoran kredit harus lancar agar kerjasama dengan bank tetap mulus dan pelaku UKM mampu mengembangkan usahanya,” ungkap Sonny.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post