• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Belajar Mengelola Potensi Laut dan Pesisir dari Desa Bahoi

by Agustinus Hari
10 Oktober 2018
in Daerah, News
0
Belajar Mengelola Potensi Laut dan Pesisir dari Desa Bahoi

Potensi laut yang dimiliki Desa Bahoi. (FOTO: RONNY B)

20
SHARES
130
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Stephen Urquhart, asal Swiss, langsung terkesima. Dia satu diantara wisatawan asing yang datang ke Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, begitu merasa senang dengan pesona alam bawah laut dan pesisir pantai Desa Bahoi. “Unbelievable place..Bahoi beach very fantastic. Someday i will be back here,” ujarnya.

Dia bersama 50 turis asing dari 33 negara berkunjung di Desa Bahoi. Kala itu mereka diantar guide untuk bersnorkling dan diving di daerah perlindungan laut, serta melihat pesisir pantai dengan hutan mangrove dan pasir putih.

Desa Bahoi dikenal sebagai daerah ekowisata yang memiliki keindahan alam yang mempesona. Masyarakat sendiri yang mengembangkan kegiatan wisata alam, agar warga di luar desa dapat juga menikmati keindahan alam Bahoi tersebut.

Di sana bisa ditemui keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang cukup banyak pada Daerah Perlindungan Laut (DPL). Tak hanya itu, Desa Bahoi juga miliki flora dan fauna dihutan mangrove, kawasan pasir putih dan panorama desa yang asri.

Desa Bahoi juga memiliki kawasan mangrove. (FOTO: MANENGKEL)

Memasuki Desa Bahoi, awalnya berada di puncak bisa melihat keindahan pesisir Desa Bahoi. Masuk lebih dalam akan mendapatkan jalan menurun, rumah-rumah yang sederhana satu sama lain tidak dibatasi pagar.

Tiupan angin pantai akan terasa saat berada di sekitar pantai Desa Bahoi. Uniknya Desa Bahoi ini hampir tidak terlihat sampah-sampah plastik, bahkan sampah dedaunan terkumpul rapih dengan sampah lainnya yang diletakkan dalam tempat sampah yang terbuat dari karung dan digantung pada dua tiang kayu.

Melihat pantainya, bagian kiri terdapat pasir hitam sementara bagian tempat perahu pasir pantai sudah terdapat akar-akar mangrove.

Maxi Lahading, Ketua kelompok Daerah Perlindungan Laut (DPL) Desa Bahoi, mengatakan dengan menggunakan perahu boat, pengunjung bisa dibawa ke area Daerah Perlindungan Laut (DPL). Daerah itu merupakan kawasan terumbu karang seluas 6 hektare, untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan sebagai tempat berkembang biaknya biota laut. Ikannya sangat bagus.

“Dengan bimbingan pemandu yang terlatih, pengunjung diajak untuk menikmati pesona bawah laut dengan cara snorkling ataupun menyelam. Pengunjung bisa menikmati indahnya terumbu karang, berbagai jenis ikan dan terdapat juga berbagai jenis nudibranchia yang cantik dan mempesona,” katanya.

Sonny Tasidjawa dari WCS Sulut yang mendampingi masyarakat mengatakan, desa ini dikelola masyarakat sendiri. “Saat ini sudah tersedia fasilitas menyelam lengkap, sekaligus tabung oksigen dan kompressor pengisian tabungnya. Dengan perahu boat, pengunjung lepas pantai desa, bisa melihat jajaran DPL dan hutan mangrove. Di sini terdapat juga hamparan pasir putih terletak di samping kiri kawasan DPL. Pengunjung bisa menjumpai berbagai jenis raja udang, merpati, sun bird, burung pantai dan juga elang,” tuturnya.

Warga Desa Bahoi memiliki tekad menjaga kelestarian alam lautnya. Dengan memiliki kawasan DPL, masyarakat yang bermatapencaharian sekitar 75 persen sebagai nelayan, selalu berganti setiap malam melakukan pengawasan dan penjagaan.

“Diakui, pernah kedapatan nelayan-nelayan luar yang ingin mengambil ikan di kawasan DPL, namun oleh warga awalnya diberikan pengusiran, dan jika diusir tidak didengar, maka warga akan menghubungi warga lainnya yang di darat untuk menangkap nelayan nakal tersebut.

Pernah kami menangkap nelayan yang mencoba mencari ikan di DPL, karena tidak menghiraukan terpaksa kami amankan dan menjelaskan bahwa daerah tersebut tidak bisa diganggu, baik dari masyarakat itu sendiri apalagi dari masyarakat luar,” ujarnya.

Lebih unik lagi ada rumah terapung yang berada tepat di pinggir DPL. Rumah terapung ini miliki tiga ruang tidur dan satu ruang utama.

Di ruang utama terdapat tempat bakar ikan. Pengunjung yang habis snorkling atau menyelam bisa menyantap makan siang atau acara bakar ikan di rumah terapung tersebut.

Di desa ini pengunjung bisa juga menikmati kehidupan masyarakat yang bersahaja dan masih mempertahankan budaya daerah asalnya yaitu budaya Sangihe seperti tarian masamper, empat wayer dan pato-pato.

Masyarakat juga menawarkan cinderamata hasil kerajinan tangan, berupa gantungan kunci, bentuk ikan, kalung, orang-orangan dari buah kelapa dan bentuk souvenir lainnya yang mengambil bahan dasar dari tempurung kelapa. Terdapat juga anyaman dari ‘ginto’ yang membentuk alas piring.

Kepala Lingkungan III Desa Bahoi, Ferjus Sahudege, mengakui dengan ekowisata Desa Bahoi berbasis masyarakat, pengelolaan juga serba disediakan masyarakat. Pengunjung yang ingin menginap, telah disiapkan homestay sebanyak 10 homestay.

“Homestay tersebut adalah di rumah warga, pengunjung disediakan tempat istirahat bersama dengan makan minum yang disediakan masyarakat,” ujar Sahudege sembari menyebut harganya sangat terjangkau.

Bahoi adalah sebuah desa kecil di wilayah pesisir Sulawesi Utara yang memiliki Daerah Perlindungan Mangrove (DPM) dan Daerah Perlindungan Laut (DPL). Kawasan mangrove dan laut yang dilindungi ini sangat berarti bagi masyarakat Desa Bahoi yang lebih dari 50% penduduknya adalah nelayan. Masyarakat Desa Bahoi percaya kawasan yang dilindungi ini merupakan daerah untuk pemijahan berbagai jenis ikan.

Secara administrasi, Desa Bahoi terletak di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Manado) ke Desa Bahoi sekitar 1,5 jam dan dapat ditempuh dengan jalan darat dengan berbagai jenis kendaraan.

Bahoi mempunyai sejarah yang panjang sehingga masyarakat peduli untuk melestarian alam dan lingkungannya. Memang dahulu ditahun 1960-an mangrove diwilayah Likupang cukup lebat sekali, namun masyarakat telah membabatnya tanpa memperhitungkan dampak. Namun, Sejak tahun 2002, masyarakat Desa Bahoi berusaha untuk menyelamatkan wilayah lautnya, dan dari 18 Desa di Kecamatan Likupang Barat, hanya Desa Bahoi yang berhasil mempertahankannya, melalui Daerah Perlindungan Laut. Awalnya, wilayah Likupang hanya terdiri dari satu bagian, sebelum terjadi pemekaran pada 2008. Semua punya kewajiban untuk memiliki DPL.

Ini sesuai Peraturan Daerah Minahasa soal Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir Terpadu Berbasis Masyarakat. Tiap desa wajib menyisihkan 5 hektar untuk konservasi. Namun, aturan hanya bagus di atas kertas, warga belum menyadari pentingnya kawasan perlindungan laut.

Warga terus membabat bakau, dan tak menanamnya kembali. Warga Desa Bahoi menjaga Daerah Perlindungan Laut selama 24 jam. Selama beberapa tahun, berganti-gantian, Daerah Perlindungan Laut dijaga tanpa upah.

Untuk melindungi kawasan itu masyarakat membuat aturan desa atau sering disebut dengan Perdes (Peraturan Desa), yang harus ditaati oleh warga desa. Kasawan dibatasi dengan pagar apung yang dihubungkan dengan tali.

“Bakau di Desa Bahoi membentengi daratan dari terjangan ombak. Di sini tempat udang, lobster penyu dan ikan berteduh, kawin dan bertelur. Bila sudah dewasa, biota laut seperti ikan, udang, lobster, kepiting akan meninggalkan pesisir menuju lautan. Menjadi tangkapan bagi nelayan. Kawasan yang dilindungi, sebenarnya tidaklah terlalu luas, hanya sekitar 10 hektar. Dimana 30% nya adalah hutan mangrove,” tambah Sonny Tasidjawa.

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: desa bahoiMinahasa Utarasonny tasidjawa
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Dampak Buruk Pemberitaan Media dan Diskriminasi Kaum LGBT

Dampak Buruk Pemberitaan Media dan Diskriminasi Kaum LGBT

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tertibkan Lapak, Perumda Pasar Bitung Gelar Patroli Rutin di Pasar Girian 25 Mei 2026
  • Michael Thungari Serahkan Hewan Kurban di Embuhanga 25 Mei 2026
  • Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026 24 Mei 2026
  • Sudah Sebulan Lebih Dikabarkan Keluar Daerah Tanpa Izin, Kades Tule Utara Diduga Kuat Pergi Menambang Emas di Manokwari 24 Mei 2026
  • Adhyaksa FC Home Base di Manado Makin Kencang, Persma Legend Dukung 23 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In