Manado, Barta1.com – Pendataan melalui coklit bagi warga Sulut agar bisa pesta memilih pada 9 Desember 2020 nanti, akan berakhir hari ini, Kamis (13/8/2020). “Saat ini masih proses perampungan data dari hasil coklit,” ujar Komisioner Bawaslu Sulut, Supriyadi Pangellu pada Barta1.com.
Pos aduan Bawaslu Sulut sejauh ini menerima banyak masukan dari masyarakat termasuk coklit Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. “Problem lain ternyata di lapangan fom A-KWK disinyalir selama ini disembunyikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut dan jajarannya yang tidak bisa diakses Bawaslu Sulut,” kata dia.
KPU disinyalir menyimpan data-data yang sejak lama, baik data seseorang yang sudah meninggal. “Misalnya, di Paniki 2. Warga meninggal sejak tahun 2012, masih juga terdata,” ujar alumnus UKIT Tomohon ini.
Lanjut Pangellu, penjelasan KPU fom A-KWK ini adalah data mutahir terakhir antara Pemilu 2019 lalu. Akan tetapi fakta yang didapati, KPU masih mengunakan data-data yang lama. “Kami berharap KPU terbuka kepada publik mengenai data-data ini. Jangan selalu membela diri dengan mengutarakan hal yang tidak sesuai yang didapati oleh Bawaslu,” ujarnya.
Sedianya data itu tidak bersifat tertutup sehingga pengawas pemilu bisa melaksanakan pengawasan dan bekerja secara akurat.
“Akan tetapi mekanisme KPU bersifat internal yang sebenarnya kami tidak harus tunduk dan patuh. Karena adanya perintah undang-undang dimana Bawaslu Sulut tugasnya melakukan pengawasan seluruh tahapan,” katanya lagi.
Bawaslu Sulut berharap partisipasi masyarakat untuk membuka diri ketika belum didatangi petugas-petugas di lapangan. “Adapun masalah lain yang didapati oleh Bawaslu diantaranya teman-teman pengawas desa kesulitan, yang sebenarnya sudah janjian oleh PPDP untuk turun lapangan menemui masyarakat. Kemudian dikibuli oleh petugas PPDP. Katanya tidak coklit, kemudian ada Coklit mendadak dari pihak PPDP,” tutur Pangellu.
Kelihatannya kata dia, pihak PPDP menghindari namanya protokol kesehatan dalam melakukan coklit. “Saya mengimbau masyarakat melihat petugas PPDP yang tidak mengikuti protokol kesehatan agar segera diusir,” tegasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post