PALU, BARTA1.COM – Pasca terjadi gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang mengakibatkan ribuan warga meninggal. Mereka pun tetap waspada dengan situasi yang ada. Selasa (9/10/2018) hari ini dikabarkan telah terjadi tiga kali gempa.
“Ya, pada pukul 05.10 WITA tadi pagi Palu kembali diguncang gempa berdurasi tiga perempat detik dengan situasi yang masih gelap dan kondisi yang tertidur,” ujar Tika Pelu, utusan relawan Basarnas Bitung via telpon kepada BARTA1.COM, Selasa (9/10/2018).
Ia menjelaskan saat gempa melanda, seluruh warga dan relawan yang ada di Palu langsung berhamburan keluar ke jalan. “Tak lama berselang gempa kembali terjadi pukul 15.18 WITA dengan kekuatan 5,2 SR dengan durasi lebih 1 menit dilanjutkan kembali pada pukul 05.25 WITA kembali gempa susulan dengan tegangan yang tidak terlalu mengkhawatirkan,” tuturnya.
Tika Pelu saat dikonfirmasi sedang berada di Jalan Tanjung Api nomor 3 Palu. Dia mengungkapkan untuk saat ini kondisi kembali normal. “Dan kami para relawan dan warga setempat telah beraktivitas lagi baik dalam pengevakuasi para korban dan pendustribusian bantuan ke setiap lokasi-lokasi pengungsian,” paparnya.
Meski begitu, warga masih terlihat was-was akan gempa yang akan terjadi barusan. “Mereka cukup trauma. Makanya ketika ada gempa mereka sangat takut,” imbuh Tika.
Dirinya menambahkan, sejauh ini warga korban bencana sangat membutuhkan bantuan seluruh masyarakat Indonesia. “Mereka membutuhkan bantuan logistik berupa air minum, pakaian, alat-alat tidur. Bahkan masih ada salah satu daerah sampai sekarang masih kurang pendustribusian, yaitu daerah Sigi, Palu dan sekitarnya,” ungkapnya.
Peliput : Meikel Pontolondo

Discussion about this post