Manado, Barta1.com – Kondisi medan jalan yang terjal dan licin membuat kesulitan tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado melakukan evakuasi terhadap para pendaki Gunung Klabat Manado, Sabtu (1/8/2020).
Padahal, lima personil Basarnas Manado telah berada di lokasi sejak Jumat (31/7/2020) malam. Namun Sabtu (1/8/2020) pukul 04.00 WITA mereka telah bersama para korban. Cuaca hujan dan jaringan internet yang buruk menjadi penyebab lain proses evakuasi tersebut.
Diketahui, Basarnas Manado sebelumnya telah menerima laporan dari Henry Marius, warga Kelurahan Sindulang 1, Kecamatan Tuminting, Manado. Dimana pelapor menyampaikan anaknya Priscilia Marius (21 tahun), tak bisa turun dari Gunung Klabat akibat kakinya terkilir.
“Saat korban akan turun gunung bersama dengan teman-teman, kakinya terkilir sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju kaki Gunung Klabat,” ujar Kepala Basarnas Manado, Suhri NN Sinaga, Jumat (31/7/2020).
Hingga berita ini terbit, rombongan yang melakukan evakuasi sudah berada di Pos 1 Gunung Klabat Manado.
Peliput : Agustinus Hari





Discussion about this post