Talaud, Barta1.com – Akibat musim hujan melanda Kabupaten Kepulauan Talaud, hasil panen cengkeh terancam rusak karena tidak bisa menjemur di bawah sinar matahari.
Petani pun harap-harap cemas saat musim hujan melanda kabupaten paling utara di Indonesia ini. Pasalnya, hasil panen cengkeh terancam rusak karena tidak adanya sinar matahari membuat buah cengkeh yang dipetik tidak bisa dijemur.
Selain itu, curah hujan mengakibatkan buah cengkeh yang masih menggelantung di atas pohon rontok dan berguguran ke tanah. Hal ini diungkapkan oleh beberapa warga saat ditemui di kebun.
“Musim hujan begini, buah cengkeh yang belum kering terancam rusak. Kami saat ini harap-harap cemas. Soalnya, sudah capek-capek membuat tangga, memanjat pohon terus hasil panen terancam rusak karena tidak bisa dijemur,” ujar Novel Taarae, Rabu (29/07/2020).
Apalagi harga cengkeh saat ini rendah. Ditambah dengan pengeluaran untuk butuh cengkeh serta keperluan lainnya. “Jadi, kami terancam gigit jari,” ungkap Taarae.
Terpisah, Oknatius Tehamen, salah seorang petani menerangkan, musim hujan juga sangat berdampak buruk bagi hasil panen karena buah cengkeh mulai rontok akibat diguyur hujan. “Buah cengkeh mulai berwarnah merah dan rontok karena tidak ada yang berani memetik buah cengkih di pohon saat hujan,” ujar Tehamen.
Guyuran hujan, proses rontoknya buah cengkeh makin cepat. “Setelah berguguran ke tanah, buah cengkeh tidak bisa lagi dipungut karena sudah dibawa air,” kata Tehamen.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post