Manado, Barta1.com – Tingginya animo masyarakat pencinta sepak bola di Sulawesi Utara menjadi perhatian serius pengurus PSSI Asprov Sulut Plt Ketua Arya Sinulingga dan Plt Sekretaris, Fighter Aprilian Lumbaa. Itu pun menjadi perbincangan serius terkait berputarnya kompetisi Liga 4 tahun 2026/2027.
Hanya saja penyelenggaraan Liga 4 zona Sulawesi Utara tersebut dipastikan bergeser ke tahun 2027 menyusul kebijakan penundaan nasional dari PSSI Pusat.
Kendati demikian, penundaan ini membawa angin segar berupa pembenahan fundamental. PSSI Pusat saat ini tengah merancang format dan Petunjuk Teknis (Juknis) baru yang menitikberatkan pada transformasi tata kelola dan manajemen klub agar terhindar dari fenomena “mati suri” usai kompetisi.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan penting antara Asprov PSSI Sulawesi Utara bersama perwakilan klub peserta Liga 4, yang dihadiri oleh 8 dari 12 klub musim lalu, bertempat di Manado (sore hingga malam hari).
Plt Direktur Kompetisi (Dirkom) PSSI Sulut Dr Fiko Onga SIP MSi menegaskan bahwa penundaan ini didasarkan pada surat resmi PSSI Pusat tertanggal 26 Oktober yang ditandatangani Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Berdasarkan kalender awal, kompetisi seharusnya bergulir pada periode September hingga November 2026. Namun, instruksi penundaan dikeluarkan secara nasional demi merombak total sistem kompetisi agar jauh lebih profesional.
”Dalam format terbarunya, PSSI tidak lagi ingin klub-klub peserta mengandalkan cara-cara instan atau sistem tiba masa, tiba akal di mana persiapan infrastruktur, suprastruktur, hingga manajemen keuangan baru dikebut sesaat sebelum kompetisi dimulai,” kata Fiko yang dikenal mantan jurnalis tersebut.
Setidaknya ada dua poin krusial yang menjadi fokus utama transformasi format baru Liga 4. Pertama, Manajemen Keuangan Profesional: Klub diwajibkan menata keuangan dan infrastruktur internal secara matang agar memiliki keberlanjutan jangka panjang dan tidak mati suri setelah kompetisi usai.
Kedua, Tata Kelola Organisasi & Verifikasi Ketat: Manajemen klub akan melalui proses verifikasi yang ketat. Praktik instan seperti sistem transfer pemain yang mendadak menjelang hari pertandingan (day-to-day transfer) akan dibenahi secara total.
Meski sempat memunculkan tanda tanya di kalangan suporter dan pencinta si kulit bundar mengingat tingginya gaung kompetisi musim lalu, Asprov PSSI Sulut memastikan bahwa sosialisasi ini penting untuk meluruskan informasi sekaligus menjaga kesiapan klub.
Dari 12 klub yang berkompetisi musim lalu, sebanyak 8 klub hadir langsung dalam pertemuan tersebut, sementara 4 klub lainnya turut terlibat aktif dalam proses komunikasi dan pembahasan format baru.
“Kami merasa berkepentingan menyampaikan kepada seluruh pencinta sepak bola Sulawesi Utara bahwa Liga 4 akan diselenggarakan nantinya di tahun 2027. Sambil menunggu instruksi dan format terbaru, kami tentu akan patuh pada Juknis definitif yang diturunkan oleh PSSI Pusat,” demikian disampaikan Fiko dalam pertemuan tersebut.
Peliput: Agustinus Hari

Discussion about this post