Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menunjukkan kualitas dan kontribusinya dalam bidang penelitian dan inovasi. Karya riset berjudul “Sistem Retort Otomatis Berbasis IoT untuk Sterilisasi Produk Perikanan” diumumkan sebagai salah satu pemenang Indonesia Patent Awards (IPA) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum.

Dari lima perguruan tinggi yang masuk dalam kategori penghargaan tersebut, Polimdo berhasil meraih predikat Best Kategori Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi. Penghargaan ini diwakili oleh Andreas Randy Wangarry, SE., MSA.
Selain Polimdo, empat institusi lainnya yang turut menjadi pemenang dalam kategori tersebut adalah Universitas Airlangga, LPPM Universitas Semarang, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada. Bisa lihat di web: https://ipa.dgip.go.id/
Ajang Indonesia Patent Awards 2026 diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari seluruh Indonesia. Keberhasilan Polimdo menjadi bagian dari para pemenang menjadi salah satu bukti kontribusi kampus dalam menghasilkan karya inovatif yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan hasil yang didapatkan ini, tentunya saya sangat bahagia karena bisa lolos dari penjurian tahap I, kemudian dilanjutkan pada penjurian tahap II yang dilaksanakan secara offline di Aruna Senggigi Resort dan Convention, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 26–29 Oktober 2026. Selanjutnya, pengumuman teknis pemenang akan dibuat pada 3–5 November 2026, yang dirangkaikan dengan agenda Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) di Bali,” ungkap Andreas saat diwawancarai Barta1.com, Kamis (29/10/2026).
Menurut Andreas, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus menghasilkan karya dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini menjadi pengalaman nyata untuk lebih mengembangkan temuan-temuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti kelompok nelayan, UMKM, serta mendukung peningkatan pendapatan daerah,” ucapnya.
IPA 2026 menyeleksi berbagai paten yang telah terdaftar melalui DJKI. Proses pengajuan atau submisi dalam ajang ini terbagi menjadi dua jenis, yakni submisi terbuka dan submisi tertutup.
Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perorangan, lembaga penelitian seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, industri, hingga perusahaan BUMN seperti Pertamina dan PLN serta perusahaan swasta yang memiliki paten terdaftar.
Andreas menjelaskan, terpilihnya Polimdo dalam IPA 2026 turut membawa sembilan dosen yang terlibat dalam inovasi tersebut masuk sebagai inventor dalam ajang penghargaan paten nasional ini.
Kesembilan dosen tersebut adalah Andreas Randy Wangarry, SE., MSA; Ficky Marchfirmanto Purba, B.B.A., M.M.; Arifmanuel Kolondam, SE., MM.; Oldi Malfri Lambonan, S.Pd., M.Pd.; Selvy R. Kalele, SE., M.Si.; Dr. Steven Johny Runtuwene, S.ST., M.Eng.; Dr. Rilya Rumbayan, S.T., M.Eng., Ph.D.; Ali Akbar Steven Ramschie, SST., M.T.; serta Marike Amelda Silvia Kondoj, SST., MT.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi dorongan bagi Polimdo untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang tidak hanya menghasilkan paten, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor perikanan, UMKM, dan penguatan ekonomi daerah. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post