Dinas Pariwisata Kota Manado terus memperkuat langkah nyata dalam mendongkrak performa sektor pariwisata bahari dan pelestarian budaya daerah. Upaya ini diwujudkan melalui eksekusi rangkaian program pengembangan destinasi, penataan fasilitas pendukung, pemberdayaan sektor ekonomi kreatif, serta penguatan atraksi seni tradisional di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Bunaken pada awal November 2026.
Penataan dan optimalisasi potensi ekowisata berbasis kepulauan ini menyasar langsung kawasan pemukiman serta titik sentral aktivitas turis di Pulau Bunaken. Langkah ini diambil oleh Pemerintah Kota Manado sebagai jawaban konkret atas dinamika pemulihan industri pelancongan pascapandemi yang menuntut variasi atraksi berbasis kearifan lokal.
Fokus utama dinas melingkupi pembenahan fasilitas publik, pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan penyelenggaraan pentas seni budaya secara berkala di pasar wisata. Pelaksanaan agenda ini melibatkan sinergi aktif antara jajaran dinas, pelaku ekonomi kreatif, pengelola penginapan (homestay), penyedia jasa pemandu selam (dive center), hingga pemangku jasa transportasi laut kepulauan.

Pemerintah Kota Manado memproyeksikan penguatan atraksi ini dapat memperpanjang durasi kunjungan pelancong (length of stay) sekaligus meningkatkan angka perputaran uang di tingkat masyarakat lokal. Integrasi antara keindahan biota laut dan nilai budaya lokal dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekowisata yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini selaras dengan visi pembangunan daerah dalam menempatkan kawasan pesisir dan kepulauan sebagai sentra pertumbuhan ekonomi baru. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Kota Manado mencatatkan tren pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya frekuensi penerbangan domestik dan internasional ke Bandara Sam Ratulangi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther Tryfosa Juliana Mamangkey, SE, MM, menegaskan bahwa kawasan Bunaken memiliki potensi komprehensif yang terus dikembangkan secara integratif. Penyelenggaraan kegiatan di lapangan diarahkan untuk memberi pengalaman berwisata yang kaya nilai edukasi serta budaya bagi setiap pengunjung.
“Kami secara berkelanjutan menghadirkan berbagai program inovatif di Pulau Bunaken. Mulai dari dukungan terhadap pementasan seni budaya lokal di pasar wisata, penataan fasilitas pendukung, hingga pelibatan aktif para pelaku sadar wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther Tryfosa Juliana Mamangkey, SE, MM baru-baru.

Selain penguatan dari sisi atraksi fisik dan kebudayaan di lapangan, Dinas Pariwisata Kota Manado turut memasifkan program promosi digital terpadu. Kemitraan strategis dibangun bersama asosiasi agen perjalanan nasional maupun jaringan biro wisata internasional untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan mancanegara dan domestik.
Sektor ekowisata berbasis konservasi di Taman Nasional Bunaken—yang mencakup luas wilayah perairan lebih dari 75.000 hektar dengan 58 genus terumbu karang dan ratusan spesies ikan—menjadi benteng utama pencitraan pariwisata Manado di mata dunia. Pengelolaan yang terintegrasi ini dipastikan tetap mengedepankan prinsip daya dukung lingkungan serta perlindungan ekosistem pesisir.
Rangkaian optimalisasi ini diharapkan memberikan multiplier effect yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Pulau Bunaken. Pemkot Manado optimis peningkatan angka kunjungan wisata secara konsisten akan langsung memperkuat pendapatan para pelaku UMKM, pemilik homestay, pengemudi perahu wisata hingga pemandu wisata lokal. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post