BITUNG, Barta1.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan ABD Rahmat Dunggio, S.H., menghadiri perayaan HUT ke-6 Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI) Sulawesi Utara, yang dilaksanakan di My Boiz Cafe & Resto, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari. Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Baku Beking Pande, Membangun Kekuatan” ini bertujuan untuk memperkuat penegakan dan implementasi ILO C188 untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan awak kapal perikanan.
Kadis Ketenagakerjaan Kota Bitung Rahmat Dunggio menyampaikan apresiasi kepada SAKTI Sulut dan juga seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta untuk kebersamaan dan solidaritas yang telah terjalin.
“Pemerintah Kota Bitung menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan pekerja yang terus memperjuangkan hak-hak serta menjunjung tinggi martabat dan kesejahteraan para pekerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum SAKTI Sulawesi Utara Arnon Hiborang mengatakan, enam tahun perjalanan SAKTI Sulawesi Utara bukanlah perjalanan yang mudah.
Menurutnya, sejak awal SAKTI hadir dari kesadaran, bahwa awak kapal perikanan merupakan pekerja yang memiliki hak atas pekerjaan yang layak, upah yang adil, keselamatan, jaminan sosial serta perlindungan hukum yang pasti.
“Sejak tahun 2020 hingga 2026 SAKTI sulut sudah menangani sebanyak 330 laporan yang berkaitan dengan awak kapal perikanan. 238 laporan awak kapal yang mengalami persoalan dalam negeri dan 92 persoalan yang terjadi di luar negeri,” ungkap Hiborang.
Ia menambahkan, salah satu langkah penting yang dilakukan SAKTI Sulut yaitu membangun dan memperkuat Koalisi Masyarakat Sipil Sulawesi Utara. Atas dukungan tersebut sehingga mendorong terbentuknya Dewan Pengupahan Kota Bitung.
Pada kesempatan tersebut, Arnon Hiborang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada International Transport Workers Federation (ITF) dan FRN Indonesia atas kerja sama, dukungan dan solidaritas dalam memperkuat perjuangan perlindungan awak kapal perikanan.
“Kami percaya kolaborasi ini merupakan kekuatan penting untuk memperluas akses terhadap keadilan, memperkuat kapasitas organisasi, dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, Arnon Hiborang juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil.
“Kami ingin membangun kemitraan yang kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab demi menciptakan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan awak kapal perikanan,” pungkasnya. (Q’po)

Discussion about this post