Manado, Barta1.com – Dalam upaya mendorong tata kelola keuangan yang lebih tertib dan akuntabel bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor jasa otomotif, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Aplikasi SIAPIK”.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di Bengkel WAS Garage, Sario Kotabaru, Kecamatan Sario, Kota Manado.
Pelatihan ini bertujuan membekali pengelola bengkel dengan kemampuan melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan berbasis digital. Dengan demikian, kondisi dan kinerja usaha dapat dipantau secara lebih akurat serta berkelanjutan.
SIAPIK atau Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang dikembangkan Bank Indonesia untuk membantu pelaku UMKM mengelola keuangan usaha.

Melalui aplikasi tersebut, berbagai transaksi, mulai dari penerimaan jasa servis, penjualan suku cadang, pembelian persediaan, hingga pembayaran upah mekanik, dapat dicatat secara sederhana dan kemudian diolah menjadi laporan keuangan.
Pemilik WAS Garage mengungkapkan, sebelum mengikuti pelatihan, pencatatan keuangan usaha masih dilakukan secara manual dan tidak jarang bercampur dengan keuangan pribadi.
“Selama ini uang masuk dan keluar hanya dicatat di buku, kadang lupa dicatat. Jadi kami tidak tahu pasti bengkel ini untung berapa setiap bulan, dan stok onderdil juga sering tidak cocok. Lewat pelatihan ini, kami jadi paham cara mencatat transaksi dengan benar dan bisa langsung melihat laporan laba rugi dari HP,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado, antara lain Raymond F. Rombot, Merry L. Sael, dan Deisy Malonda selaku tim pelaksana; Alpindos Toweula; Joseph N. Tangon; Andreas R. Wangarry; Wenny A. Ginting; Fanesa Isalia Minanda Syaefudin; Susy Marentek; Maykel Tampenawas; Grace Ropa; Selvie Nangoy; Treesje Runtuwene; Nixon Sondakh; Farida Wakidin; Pantji Sintje Alow; Antonius Tandi; serta Ruhiyat.
Selain para dosen, kegiatan ini turut melibatkan tiga mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan, yakni Vanesa Sakamole, Tiersa Farida, dan Claudia Rindorindo.
Ketua Pelaksana kegiatan, Raymond F. Rombot, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata peran Politeknik Negeri Manado dalam mendampingi UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas melalui pengelolaan usaha yang lebih baik.
“Kami berharap WAS Garage dapat menjadi contoh bagi bengkel dan UMKM jasa lainnya di Manado bahwa pencatatan keuangan digital itu mudah, murah, dan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usaha,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post