Manado, Barta1.com – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) berkolaborasi dengan Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui implementasi beton rendah karbon. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama CV Sinar Abadi, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Raykes Hinrich Tuerah, SE., MSA, dengan anggota Sintia Nurani Korompis, SE., MSA, Andreuw Kristian Pantow, SE., MSA, Ir. Fandel Maluw, SST., MT, Dr. Steve Supit, ST., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. Hedy D. Rumambi, SE., MM., Ak., CSRS., CA, Oldi Malfri Lambonan, SPd., MPd., serta Fanesa Isalia Minanda Syaefudin, M.Acc.
Sejumlah mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Vanesa Gabryella Sakamole, Tirsa Nurul Farida, dan Manda Syalomita Surentu.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra, yakni mitra industri CV Sinar Abadi, mitra UMKM, serta pelaku usaha batu bata.

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Raykes Hinrich Tuerah, kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan sistem penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) berbasis web bagi mitra industri dan UMKM.
“Kegiatan ini memberikan pelatihan digitalisasi akuntansi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan,” ungkap Raykes.
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mengintroduksi sekaligus menguji coba produk beton rendah karbon sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan.
“Kami juga ingin meningkatkan kapasitas SDM dalam penggunaan teknologi digital dan pemahaman green accounting, sekaligus mendukung pembangunan konstruksi berkelanjutan di Kota Manado,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini, pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui penggunaan sistem HPP berbasis web, pendampingan input data produksi beton, serta uji coba sistem secara langsung dengan menggunakan data dari mitra.
Tidak hanya itu, tim juga melakukan implementasi paving block rendah karbon serta diskusi mengenai pembagian fitur sistem sesuai dengan kebutuhan industri dan UMKM.
“Kolaborasi dengan UMKM juga dilakukan melalui edukasi tentang digitalisasi biaya produksi, simulasi perhitungan HPP dalam skala kecil, serta pengenalan beton rendah karbon untuk usaha paving block dan material bangunan,” jelasnya.
Raykes berharap kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra industri maupun UMKM. Salah satunya, mitra diharapkan mampu mengoperasikan sistem HPP berbasis web secara mandiri.
“Perhitungan biaya produksi diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. SDM juga dapat memahami green accounting serta penerapan beton rendah karbon. Kami berharap UMKM dapat meningkatkan daya saing usaha melalui digitalisasi dan inovasi, serta terjalin kemitraan berkelanjutan antara Polimdo dan pelaku industri konstruksi di Manado,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post