Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya Jurusan Pariwisata, terus menjalankan peran dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026. Desa Budo sendiri merupakan salah satu desa binaan Polimdo.
Pengabdian kepada Masyarakat tersebut mengangkat tema “Pelatihan Food Hygiene and Sanitation bagi UMKM Penyedia Kuliner di Desa Wisata Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.”

Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian yang diketuai oleh Dimas Ero Permana, SST.Par., M.Par., bersama anggota Mikhael Credo Samuel Mangolo, SST.Par., M.Par., dan Hendry Moudy Estefanus Kumaat, SE., M.Si.

Sejumlah mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rachel Bolung, Anastasya Namoda, Natalie R. C. Salindeho, Rayner Jonatha Lianata, dan Sri Wahyuningsih Kadir.
Ketua tim pengabdian, Dimas, yang saat itu didampingi Mikhael, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para pelaku UMKM kuliner dalam menerapkan prinsip food hygiene and sanitation.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan standar kebersihan pangan secara konsisten oleh para pelaku UMKM di Desa Wisata Budo.

“Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, tahap persiapan berupa identifikasi kebutuhan dan observasi awal terhadap kondisi sanitasi UMKM. Kedua, tahap pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan terkait prinsip food hygiene and sanitation, yang meliputi personal hygiene, pengolahan makanan secara higienis, serta sanitasi peralatan dan lingkungan,” ujar Dimas.
Selanjutnya, kata dia, kegiatan memasuki tahap ketiga, yakni pendampingan melalui praktik langsung dan simulasi penerapan standar kebersihan. Tahap keempat dilakukan melalui evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan sekaligus mengamati perubahan perilaku para pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan kemampuan pelaku UMKM dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kuliner serta mendukung pengembangan Desa Wisata Budo sebagai destinasi wisata yang sehat, aman, dan berdaya saing,” tutur Dimas dan Mikhael.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga disebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang Kemitraan dan SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelaku UMKM semakin memiliki kesadaran dan kemampuan dalam menjaga kebersihan serta keamanan pangan. Dengan demikian, kualitas layanan kuliner di Desa Wisata Budo dapat terus ditingkatkan sekaligus mendukung pengembangan desa wisata yang sehat, aman, dan memiliki daya saing. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post