Manado, Barta1.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar ibadah rutin mingguan yang berlangsung di Ruang Paripurna Kantor DPRD Sulut, Senin (6/7/2026) pagi.
Ibadah yang dilaksanakan setiap awal pekan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Dewan, serta para jurnalis yang bertugas meliput kegiatan legislatif.
Ibadah dipimpin oleh Ketua Komisi Penggembalaan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gembala Teddy Batasina, M.Th. Firman Tuhan diambil dari Kitab Yohanes 5:1-18 dengan tema “Penyembuhan pada Hari Sabat di Kolam Betesda.”
Dalam khotbahnya, Gembala Teddy Batasina menyampaikan pesan tentang kemuliaan Allah yang nyata dalam kehidupan manusia. Ia mengajak seluruh wakil rakyat beserta jajaran Sekretariat DPRD untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dan melangkah dengan iman dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, di hadapan Tuhan manusia bukanlah siapa-siapa tanpa penyertaan-Nya. Karena itu, menjaga kehidupan spiritual di tengah padatnya aktivitas politik dan pelayanan publik menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan.
Batasina juga memberikan apresiasi kepada DPRD Sulut yang dinilainya konsisten menghadirkan ruang-ruang pembinaan spiritual di lingkungan kerja pemerintahan.
“Saya sebagai pelayan Tuhan memberi apresiasi, penghargaan yang tulus dan ikhlas, tapi juga rasa salut dan bangga. Sebab ternyata, apa pun aktivitas kerja kita, hal spiritualitas itu yang utama dan pertama,” ujar Batasina usai memimpin ibadah.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki keterbatasan dalam mengelola kehidupan maupun pekerjaannya. Oleh sebab itu, ibadah rutin setiap pekan menjadi momentum yang sangat berarti untuk memelihara iman sekaligus memperkuat komitmen spiritual.
“Bagi saya, ini sesuatu yang sangat penting dan berharga ketika kita disibukkan dengan berbagai aktivitas kerja, tapi kita tidak lupa tentang ibadah, tentang spiritualitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Batasina berharap kebersamaan dalam persekutuan ibadah seperti ini terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Menurutnya, pembinaan spiritual yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter pelayan publik yang tidak hanya memiliki kapasitas dalam menjalankan tugas, tetapi juga kualitas moral dan integritas yang kuat.
“Saya berharap ini akan menjadi kegiatan rutin dan intens. Sebab dengan demikian, kita tidak sekadar memiliki kapasitas sebagai anggota dewan, sebagai ASN, sebagai wartawan, tapi juga kita memiliki kualitas sebagai insan yang memiliki spiritualitas yang kuat,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post