Manado, Barta1.com – Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat – Mahasiswa Berdampak. Kali ini, kegiatan tersebut mengangkat tema “Digitalisasi Persembahan Ibadah: Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan QRIS di Jemaat GMIM Baitel Kolongan-Wilayah Mapanget II.” Kamis, 11 Juni 2026.

Sebelum memasuki pemaparan materi, agenda pun dimulai dengan sambutan/prakata pembuka dari Ketua BPMJ GMIM Baitel Kolongan sekaligus Ketua BPMW Mapanget II, Ibu Pdt. Aneke Conny Mamesah, MTh.
Sedangkan pemaparan materi diawali tentang proses penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang disampaikan oleh pihak Bank SulutGo Cabang Pasar Segar Pala Dua.
Sosialisasi tersebut ditujukan kepada para Pelayan Khusus (Pelsus), yang terdiri dari Pendeta, Penatua, dan Diaken. Melalui kegiatan ini, para Pelsus mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dalam mendukung digitalisasi persembahan di Gereja GMIM Baitel Kolongan-Wilayah Mapanget II, untuk selanjutnya disosialisasikan kepada jemaat di kolom-kolom.

Selain sosialisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan alat peraga atau petunjuk penggunaan QRIS serta barcode QRIS sebagai sarana mendukung digitalisasi persembahan ibadah di Jemaat GMIM Baitel Kolongan-Wilayah Mapanget II.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Theofanry Christovel Oroh, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis (MB), dengan dosen pembimbing Inka Marry Steviarty Tumengkol, S.I.Kom., MM.
Menurut Christovel dan Inka, kegiatan tersebut bertujuan menjembatani kebutuhan jemaat yang semakin modern dengan pelayanan gereja yang tetap relevan di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut keduanya, penggunaan QRIS bukan sekadar mengikuti perkembangan tren pembayaran digital, tetapi juga menjadi salah satu upaya gereja dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pengelolaan keuangan, serta keterlibatan jemaat di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.
“Bahkan juga memberikan pemahaman serta pemanfaatan teknologi pembayaran digital secara efektif, aman, dan bertanggung jawab,” ungkap keduanya.
Keduanya berharap, melalui kegiatan pengabdian tersebut, Jemaat GMIM Baitel Kolongan dapat memahami sekaligus mampu mengimplementasikan penggunaan QRIS secara optimal dalam proses digitalisasi persembahan ibadah. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post