Manado, Barta1.com — Anggota Pansus LKPJ Gubernur 2025, Jeane Laluyan, menyoroti perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhadap persoalan anak-anak putus sekolah. Hal ini disampaikannya dalam pembahasan di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (14/04/2026).
“Untuk Dinas Pendidikan, saya teringat pada anak-anak yang putus sekolah. Saya berharap ada program di seluruh kabupaten/kota bagi mereka, misalnya melalui Paket C. Mungkin mereka bisa bekerja sebagai pelayan atau di bengkel, tetapi tetap membutuhkan ijazah sebagai bekal,” ungkap Jeane.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Kadis Dikda) Provinsi Sulut, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si, memberikan penjelasan terkait kondisi yang ada.
“Terkait anak-anak putus sekolah di Sulut, berdasarkan data, jumlahnya mencapai 39.349 anak, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Angka ini sekitar 1,3 persen dari total penduduk Sulut,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, terdapat beberapa faktor utama penyebab anak putus sekolah. Pertama adalah faktor ekonomi, di mana keterbatasan kondisi keluarga memaksa anak-anak untuk bekerja lebih awal demi membantu perekonomian.
“Kedua, faktor geografis dan infrastruktur di beberapa wilayah, yang menyebabkan akses terhadap sekolah menjadi terbatas,” terangnya.
Sebagai upaya solusi, Dinas Pendidikan Provinsi Sulut terus melakukan berbagai langkah. Bagi siswa yang tidak lulus SMA/SMK, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengikutsertakan mereka dalam program Paket C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Untuk yang tidak tamat SD diarahkan mengikuti Paket A, dan yang tidak tamat SMP mengikuti Paket B. Ada juga yang harus menempuh secara berjenjang dari Paket A hingga C agar setara dengan pendidikan formal SMA/SMK,” ujarnya.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sulut terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, mengumpulkan data, serta mendorong pencarian anak-anak putus sekolah agar tetap dapat mengakses pendidikan melalui jalur PKBM.
Langkah ini diharapkan mampu membuka kembali peluang bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post