Manado, Barta1.com – Panitia pelaksana Hari Autis Sedunia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak peringatan yang akan digelar pada 2 April 2026 mendatang. Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pendidikan, kegiatan tahun ini dipastikan akan melibatkan sekolah-sekolah autis dari seluruh kabupaten dan kota di Bumi Nyiur Melambai.

Ketua Panitia Pelaksana, Stembri Legi, kepada Barta1.com pada Senin, (30/03/2026) menyampaikan bahwa seluruh jajaran panitia telah siap menyukseskan agenda besar tersebut. Rencananya, kegiatan akan dipusatkan di kawasan Manado Bay, Megamas Manado.
“Kami sangat mengapresiasi besarnya dukungan dari berbagai pihak yang terus mengalir demi kelancaran kegiatan ini,” ujar Stembri kepada sejumlah media.
Menurut Legi, peringatan Hari Autis Sedunia tahun 2026 mengusung tema “Autisme dan Kemanusiaan, Setiap Kehidupan Bernilai” (Autism and Humanity – Every Life Matters). Tema ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya menghormati nilai dan hak asasi setiap individu autis, di mana pun mereka berada.
Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu autis memiliki martabat, hak, dan nilai yang setara sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Yayasan Growing Children SLB Agca Center, sekaligus menjadi bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan yang masih membutuhkan perhatian kita bersama. Jika sebelumnya agenda ini dilaksanakan secara internal, maka pada tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena melibatkan seluruh sekolah berkebutuhan khusus se-Sulut,” jelasnya.
Panitia pun berharap sinergi dengan pemerintah provinsi dapat terus terjalin dan diperkuat, terutama dalam menjamin kualitas pendidikan serta kepastian masa depan bagi anak-anak autis di Sulawesi Utara.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi pemantik dukungan yang lebih besar lagi bagi anak-anak luar biasa kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Meikel Pontolondo


Discussion about this post