Manado, Barta1.com – Mahasiswa DIII Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Esty Joni, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Prof. Tenda Polimdo, Senin (9/03/2026).

Esty mengatakan, sebelumnya ia hanya mengetahui tugas utama BI dalam menjaga kestabilan nilai rupiah. Namun melalui pemaparan materi dalam kuliah umum tersebut, ia baru memahami bahwa BI juga memiliki peran dalam mendukung dan bekerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Setelah penjelasan dari Kak Novena, saya baru tahu bahwa BI bukan hanya bertugas mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa maupun mata uang asing, tetapi juga membantu dan bekerja sama dengan UMKM,” ungkap Esty sambil tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Novena Sumampouw selaku pelaksana Unit Kehumasan Bank Indonesia Sulawesi Utara menjelaskan perbedaan antara Bank Indonesia dan bank komersial.
Menurutnya, BI merupakan bank sentral yang memiliki tugas utama menjaga stabilitas nilai rupiah, baik dari sisi inflasi maupun nilai tukar. Sebelum memulai pemaparan materi, Novena terlebih dahulu mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa mengenai pengertian serta tugas Bank Indonesia, yang kemudian langsung direspons oleh beberapa mahasiswa.
“BI merupakan bank sentral yang bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah, baik dari sisi inflasi maupun nilai tukar,” jelas Novena.
Sementara itu, bank komersial merupakan lembaga perbankan yang memberikan layanan kepada masyarakat, seperti tempat menabung, meminjam uang, maupun berbagai layanan keuangan lainnya. Contohnya adalah bank-bank seperti BCA, BRI, dan bank umum lainnya.
Novena juga menjelaskan bahwa BI menjalankan tugasnya untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah melalui tiga pilar utama, yakni kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan sistem pembayaran.
“Sekali lagi, bank sentral di Indonesia hanya satu, yaitu Bank Indonesia. Sedangkan bank seperti BCA dan lainnya adalah bank komersial yang menjadi tempat masyarakat menabung maupun meminjam uang,” tuturnya.
Pemaparan materi tersebut juga disertai dengan pemutaran video profil Bank Indonesia. Dalam penjelasannya, Novena menerangkan bahwa BI turut berperan dalam menjaga stabilitas inflasi di daerah.
“BI bekerja sama dan berkomunikasi dengan pemerintah melalui forum kerja sama yang disebut Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana BI dapat mempengaruhi tingkat inflasi melalui kebijakan suku bunga atau BI Rate. Kebijakan tersebut akan memengaruhi berbagai jalur transmisi, seperti jalur suku bunga, kredit, nilai tukar, harga aset, hingga ekspektasi harga.
“Jalur-jalur tersebut merupakan bagian dari transmisi kebijakan moneter. Karena itu, kita bisa memahami dampaknya ketika BI Rate naik maupun turun. Semua kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan perekonomian demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Jurusan Akuntansi Polimdo, Raymond Festus Rombot, SE., Ak., MSi., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara BI dan Polimdo.
“Ini merupakan inisiatif dari BI untuk menggelar kuliah umum guna mensosialisasikan apa itu bank sentral dan bank komersial. Masih banyak yang belum memahami peran bank sentral, termasuk di kalangan mahasiswa,” ujar Raymond.
Ia menambahkan bahwa kuliah umum sangat penting agar mahasiswa dapat memahami secara lebih mendalam tentang fungsi dan tugas bank sentral.
“Materi ini sangat relevan dengan Jurusan Akuntansi, terutama dalam memahami stabilitas mata uang, kondisi ekonomi, serta sistem pembayaran. Ini juga menjadi bentuk sosialisasi kepada mahasiswa,” jelasnya.
Raymond juga menuturkan bahwa kuliah umum tersebut memperkenalkan peran penting bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Kuliah umum hari ini diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi, yaitu D4 Akuntansi Keuangan, D4 Akuntansi Perpajakan, dan D3 Akuntansi. Terdapat empat sesi materi yang semuanya disampaikan langsung oleh pihak BI,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, MBA, yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Rudolf E. G. Mait, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program BI untuk memperkenalkan peran bank sentral kepada mahasiswa.
“Masih banyak yang belum mengetahui bahwa BI memang sebuah bank, tetapi perannya sebagai regulator bagi seluruh bank yang ada. Materinya berkaitan dengan bank sentral yang mengendalikan perekonomian Indonesia, termasuk inflasi dan suku bunga,” jelas Rudolf.
Ia berharap melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa dapat semakin memahami kebijakan-kebijakan yang diambil oleh otoritas perbankan.
“Ketika mahasiswa mengikuti perkuliahan seperti ini, mereka akan semakin memahami bahwa kebijakan yang diambil oleh pejabat perbankan merupakan bagian dari teori yang juga dipelajari di kampus. Karena itu, kuliah umum sangat penting bagi mahasiswa,” pungkasnya.
Kuliah umum itu pun dihadiri langsung oleh Renold Asri, selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post