Manado, Barta1.com — Dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang berdampak langsung bagi masyarakat, maka mahasiswa Prodi D4 Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) turun langsung ke desa dan kelurahan untuk membahas sebuah solusi nyata terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Mahasiswa dan dosen pembimbing Jurusan Teknik Elektro Polimdo mengunjungi Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Mahasiswa memulai kegiatan dengan berdialog bersama Hukum Tua setempat, Dra. Renny Dirk Onthoni, M.M., guna memperoleh gambaran serta informasi mengenai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Setelah proses pembahasan, mahasiswa bersama dosen pembimbing, Julianus Gesuri Daud (Mener Nus), melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik di lapangan yang dinilai masih minim penerangan.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mahasiswa bersama dosen pembimbing rencananya akan merancang pembangunan penerangan jalan dengan memanfaatkan sumber listrik DC yang berasal dari energi matahari.
Julianus Gesuri Daud, yang akrab disapa Nus, menjelaskan bahwa konsep yang akan dirancang ke depannya tidak hanya menghadirkan penerangan jalan, tetapi juga akan dibangun sebuah pos kamling desa. Bagian atas bangunan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat pemasangan panel surya (solar cell).
“Belajar mengajar yang berdampak pada masyarakat merupakan studi ilmiah yang menghasilkan solusi nyata, kebijakan berbasis data, serta inovasi sosial dan teknologi,” ungkap Nus, sapaan akrab mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa proses pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah temuan akademis menjadi produk, layanan, maupun kebijakan yang mampu meningkatkan kesehatan, perekonomian, serta kesejahteraan sosial masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran nantinya akan berdampak kepada masyarakat, ini juga merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus melahirkan berbagai inovasi.
“Mahasiswa akan berperan aktif melalui studi lapangan, pemberdayaan desa, serta riset kolaboratif bersama dosen. Proses ini juga membangun cara berpikir kritis sekaligus menumbuhkan empati terhadap masyarakat,” jelasnya.
Adapun beberapa bidang pembelajaran dan penelitian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat antara lain kesehatan masyarakat, sosial dan budaya, lingkungan dan energi, teknologi dan komunikasi, serta berbagai persoalan sosial lainnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post