Manado, Barta1.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin tiba di bandara Samratulangi Manado, Senin (23/02/26). Kedatangannya disambut oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH., MH. Beserta jajaran Kejari Se Sulut.
Kunjungan kali ini di Sulut mendapat apresiasi yang tinggi oleh Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulut, Syarif Ay Litty.
Menurutnya, beberapa kasus yang sedang berjalan saat ini sudah harus menjadi prioritas dalam membasmi korupsi yang terjadi di Sulut.
“Bukan hanya sekedar berkunjung, tapi kami mendorong agar Jaksa Agung bisa mengevaluasi beberapa kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Kejati atau pun Kejari di Sulut,”ujar Bro Ay, sapaan akrabnya.
Seperti halnya kasus pertambangan PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara. Kasus tersebut sedang ditangani Kejati Sulut ini dengan sangat serius.
Sebab diduga perusahaan tambang tersebut dinilai telah merugikan negara yang mencapai milliaran rupiah. Beberapa orang penting pun telah diperiksa, termasuk direktur utamanya yang juga sebagai pemilik tambang tersebut.
“Apresiasi yang tinggi buat kinerja Kejati Sulut kali ini. Tidak pandang bulu dalam menangangi kasus korupsi. Apalagi kasus tersebut melibatkan orang besar. Ini menjadi sebuah tantangan. Namun Kami juga tahu bahwa dalam penanganan kasus pertambangan sudah pasti akan melibatkan orang-orang penting. Namun kami juga yakin, dibawa kepemimpinan pak Hendrik dan timnya yang begitu gesit, jauh dari intervensi dan kepentingan,” jelasnya.
Begitu juga dengan kasus dugaan korupsi pada bencana Gunung Ruang yang ada di kepulauan Sitaro. Kejati Sulut saat ini telah memeriksa beberapa orang yang disinyalir terlibat dalam kasus ini.
Bukti-bukti pun telah dikumpulkan, Puluhan orang telah dimintai keterangan termasuk Sekertaris Daerah Drs. Denny D. Kondoj, M.Si, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Joickson Sagune.
“Seperti beberapa waktu lalu, Pak Hendrick telah mengeluarkan statment bahwa akan secepatnya menetapkan tersangka jika semua bukti telah terkumpul. Pernyataan itulah yang dinantikan oleh warga Sulut khususnya kepulauan Sitaro,” urai bro Ay.
Namun kami juga mendesak agar keterlibatan beberapa orang penting tidak hanya sampai disini. Sebab kami menduga bahwa ada eksekutif dan beberapa legislator juga berberan dalam kasus ini.
“Kami minta kembangkan kasus ini. Sebab disini kami menduga bahwa eksekutif dan beberapa legislator menjadi aktor utama. Dimana ada bukti foto, himbauan, mengajak dan juga transferan di salah satu rekening. Disini juga kami menunggu keberanian dari Kajati Sulut yang terlihat tegas dan pemberani untuk mempercepat dalam penangan kasus ini,” tegasnya.
Kunjungan kali ini menjadi tanda awas bagi pelaku korupsi. Tidak pandang bulu, Kejaksaan menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus yang banyak merugikan negara bahkan menyengsarakan rakyat.
GERAK Sulut juga akan memberikan beberapa laporan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sulut khususnya dikabupaten/kota. (***)
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post