Manado, Barta1.com– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Amir Liputo, dipercaya membacakan laporan hasil pelaksanaan reses masa sidang pertama tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (6/12/2025).
Dalam penyampaiannya, Amir mengungkapkan sejumlah aspirasi masyarakat Kota Manado. Salah satu perhatian utama adalah terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ilo-Ilo yang telah dibangun, namun hingga kini belum difungsikan.
“Masyarakat Kota Manado berharap agar TPA Ilo-Ilo yang sudah dibangun dapat segera dioperasikan. Pasalnya, TPA Sumompo sudah tidak mampu menampung sampah. Bahkan, menjelang akhir tahun ini telah terjadi pemblokiran oleh warga karena bau tidak sedap yang ditimbulkan,” ungkap Amir.
Untuk itu, ia berharap TPA Ilo-Ilo yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu dapat segera ditindaklanjuti dan difungsikan secara optimal.
Selain itu, masyarakat juga berharap perhatian Pemerintah Provinsi Sulut melalui dukungan APBN maupun APBD terhadap pembangunan jalan lingkar Manado, termasuk Ring Road 3.
“Hal ini penting karena kemacetan di ujung selatan Manado, mulai dari Malalayang hingga Bahu, sudah sangat terasa. Solusi yang diharapkan dan selama ini dibanggakan adalah keberadaan Ring Road 3,” tuturnya.
Ia menekankan agar ke depan pembayaran ganti rugi lahan yang telah dianggarkan tetap dilakukan secara konsisten. Selain itu, dana yang telah tersedia melalui Balai Jalan diharapkan dapat dimaksimalkan agar tidak kembali ke pemerintah pusat.
Di bidang lingkungan, Amir menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah provinsi memberikan perhatian serius terhadap normalisasi sungai-sungai di Kota Manado.
“Puji syukur hingga akhir tahun ini, Tuhan Yang Maha Kuasa masih melindungi kita semua. Banjir yang biasanya terjadi masih dapat terkendali,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyek-proyek yang telah berjalan, seperti di DAS Tondano, Sungai Mahawu, Bailang, Sario, Tikala, dan Malalayang, perlu mendapat perhatian intensif melalui dukungan APBN dan APBD Sulut. Hal ini penting untuk mengantisipasi agar kejadian banjir besar seperti beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
Selanjutnya, Amir juga menyampaikan aspirasi masyarakat di wilayah utara Manado, khususnya Bunaken Darat dan Bunaken Kepulauan, yang berharap adanya sekolah negeri terpadu.
“Oleh karena itu, kami berharap kepada Pemerintah Provinsi Sulut, sejalan dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar di wilayah tersebut dapat dihadirkan sekolah rakyat untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Di bidang kesehatan, masyarakat Kota Manado berharap agar pelayanan BPJS Kesehatan dapat diperjelas dan ditingkatkan, mengingat masih banyak keluhan yang disampaikan.
“Pada umumnya, pasien yang masuk rumah sakit hanya dirawat sekitar tiga hari lalu dipulangkan, namun ketika kembali, kondisi kesehatan mereka sebenarnya belum pulih. Hal ini perlu koordinasi yang lebih baik antara Pemerintah Provinsi Sulut dan pihak BPJS,” ujarnya.
Sementara itu, di bidang bantuan sosial, Amir menyampaikan apresiasi masyarakat Kota Manado terhadap program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Sulut.
“Masyarakat menyampaikan terima kasih atas bantuan rumah RTLH yang sangat membantu dan kini telah selesai dibangun,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun berada di Kota Manado, masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Melalui program RTLH, secara perlahan namun pasti, kondisi tempat tinggal masyarakat kurang mampu kini semakin membaik.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut, termasuk Dinas Sosial, atas perhatian dan kerja nyatanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amir berharap program RTLH tidak hanya difokuskan di Manado, tetapi juga dapat menjadi program unggulan di daerah-daerah lain di Sulut, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan sarana air bersih, termasuk proyek sumur bor di rumah-rumah ibadah dan sekolah yang masih mengalami kekurangan air.
“Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan di beberapa rumah ibadah dan sekolah. Manfaatnya sudah dapat dirasakan hingga tahun 2026,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post