Aceh, Barta1.com — PT PLN (Persero) tengah bekerja keras menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Aceh dan menargetkan perbaikan jalur kritis yang menghubungkan sistem kelistrikan Aceh dengan Sistem Besar Sumatra dapat selesai dalam sepuluh hari ke depan.
Kerusakan masif akibat bencana banjir dan longsor di Aceh tidak hanya berdampak pada jaringan lokal, tetapi juga memutus koneksi vital antar-pulau, sehingga meningkatkan risiko gangguan pada saat proses sinkronisasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa salah satu kendala terbesar yang memperparah kondisi adalah kerusakan pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan.
“Selain kerusakan di dalam sistem Aceh, kendala juga terjadi pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan, di mana lima tower mengalami roboh,” jelas Darmawan saat melaporkan kondisi terbaru kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara daring pada Selasa (09/12/2025).
Menurut hasil asesmen teknis PLN, kerusakan lima tower tersebut memutus sistem kelistrikan Aceh dari jalur backbone Sumatera. Tanpa koneksi ini, PLN menghadapi risiko gangguan yang lebih tinggi saat berupaya memulihkan dan menstabilkan pasokan.
Karena itu, perbaikan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan menjadi prioritas untuk memastikan stabilitas sistem secara menyeluruh. Darmawan menegaskan bahwa PLN telah berhasil mencapai kemajuan signifikan di beberapa wilayah.
Hingga saat ini, empat kabupaten yang sebelumnya sempat gelap total telah berhasil dinyalakan kembali, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Meskipun demikian, Darmawan mengakui masih terdapat desa-desa dan jaringan tegangan rendah yang membutuhkan waktu lanjutan untuk dipulihkan secara bertahap.
Menghadapi tantangan ini, PLN berkomitmen penuh untuk melakukan percepatan pemulihan di tengah beratnya tantangan di lapangan.
“Kami terus berkomitmen mengerahkan seluruh pasukan kekuatan kami agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali,” pungkas Darmawan, menunjukkan keseriusan manajemen dalam menangani krisis ini.
Hasil asesmen teknis lebih lanjut menunjukkan bahwa perbaikan kelima tower di jalur Langsa–Pangkalan Brandan membutuhkan waktu maksimal sepuluh hari. Target ini ditetapkan agar sinkronisasi sistem Aceh dengan jalur backbone Sumatera dapat berjalan dengan aman dan tuntas, sehingga dapat mengeliminasi pemadaman bergilir yang saat ini masih terjadi.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, PLN juga terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian ESDM, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, dan PUPR.
Kerja sama ini bertujuan untuk membuka akses wilayah yang masih terisolasi, mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak, serta melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh jalur terdampak untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post