Aceh, Barta1.com – Pascabanjir dan longsor yang melanda Aceh, PT PLN (Persero) memastikan distribusi material darurat dan personel ke wilayah terisolir dengan dukungan penuh TNI. Sebanyak 500 personel dikerahkan ke titik-titik kritis tower SUTT 150 kV untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik.
Distribusi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara dan jalur darat dengan truk TNI Angkatan Darat. Langkah ini diambil karena banyak akses jalan utama terputus akibat bencana.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pendistribusian melalui udara menjadi solusi strategis.
“Pendistribusian ke wilayah terisolir menggunakan helikopter menjadi salah satu langkah strategis agar personel dan perlengkapan dapat segera sampai ke lokasi terdampak,” katanya.
Darmawan juga menekankan komitmen personel PLN yang bekerja tanpa henti.
“Para personel terus bekerja nonstop dengan semangat tinggi untuk memastikan sistem kelistrikan pulih secara cepat dan aman,” tegasnya.
Personel ditempatkan di tiga jalur utama transmisi: Arun–Bireuen, Bireuen–Peusangan, dan P. Brandan–Langsa. Total 258 personel ditempatkan di Arun–Bireuen, 178 di Bireuen–Peusangan, dan 64 di P. Brandan–Langsa.
Menurut data PLN, rasio elektrifikasi di Aceh telah mencapai lebih dari 99% pada 2024. Namun, bencana alam menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan transmisi, sehingga pemulihan cepat menjadi prioritas agar masyarakat kembali menikmati layanan listrik.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, memastikan material darurat sudah tiba di lokasi.
“Personel dan material darurat sudah berada di titik-titik kritis tower yang terdampak. Kami berupaya agar pembangunan tower darurat segera terselesaikan dan pasokan listrik Aceh segera pulih secepat mungkin,” ujarnya. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post