Palu, Barta1.com — Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli menegaskan komitmennya dalam penguatan perekonomian masyarakat prasejahtera melalui penyaluran bantuan modal usaha produktif.
Melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Moutong, bantuan ini diserahkan kepada warga di Kabupaten Parigi Moutong. Aksi ini merupakan wujud nyata dari pengelolaan dana zakat profesi pegawai Muslim PLN yang bertujuan mendorong kemandirian dan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Sabtu (22/11/2025) dihadiri langsung Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, bersama jajaran pengurus YBM PLN. Bantuan ini berasal dari 2,5% zakat penghasilan pegawai Muslim PLN yang dikelola YBM secara profesional. Manager UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menjelaskan landasan program ini.
“YBM PLN adalah Badan yang mengelola 2,5% dari penghasilan pegawai Muslim PLN. Seluruh dana ini dikelola secara profesional untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, berdasarkan prinsip mustahiq dan mampu,” ujar Icuk.
Icuk Sulistianto menambahkan program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat. Fokusnya adalah memastikan usaha penerima manfaat dapat “naik kelas.”
“Program ini merupakan bagian integral dari upaya YBM PLN untuk menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa modal, tetapi YBM PLN juga berkomitmen untuk mendorong adanya pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga,” tegasnya.
Daerah Parigi Moutong, khususnya Moutong, merupakan wilayah penting dalam peta distribusi kelistrikan PLN UP3 Tolitoli yang terus diupayakan keandalannya. Saat ini, keandalan pasokan listrik menjadi tulang punggung bagi sektor usaha mikro yang baru berkembang.
Ketersediaan listrik yang stabil, yang didukung oleh gardu dan jaringan distribusi di bawah pengawasan ULP Moutong, menjadi prasyusrat agar usaha kuliner, perdagangan, dan jasa yang menerima bantuan modal dapat beroperasi tanpa hambatan, memastikan investasi sosial YBM PLN dapat berjalan optimal.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif unit di lapangan ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan filosofi pelayanan PLN yang lebih luas.
“Dukungan ini adalah refleksi dari semangat Beyond Service PLN, di mana kehadiran kami tidak hanya untuk melayani kelistrikan, namun juga untuk menjadi motor penggerak dan mitra strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tegas Usman.
Tiga penerima manfaat yang terpilih kali ini mewakili sektor usaha mikro yang berbeda-beda, yaitu usaha kuliner rumahan, perdagangan kecil, dan jasa. Bantuan yang disalurkan disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan pengembangan masing-masing sektor usaha seperti pengadaan peralatan atau penambahan stok barang dagangan.
Usman Bangun melihat program bantuan modal produktif ini sebagai investasi sosial yang strategis bagi PLN. Ia berharap, keberhasilan usaha penerima manfaat dapat menciptakan efek domino di lingkungan sekitar.
“Pemberian bantuan usaha produktif seperti ini adalah investasi sosial. Kami berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan modal ini sebaik-baiknya untuk mencapai kemandirian, dan pada akhirnya, turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi lingkungan sekitar. Ini adalah cara PLN berkontribusi menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh,” pungkasnya.
Warga penerima manfaat menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan ini. Mereka antusias dan berharap bantuan modal serta pendampingan dari YBM PLN UP3 Tolitoli dapat menjadi titik balik yang signifikan untuk meningkatkan perekonomian keluarga, serta membuka peluang usaha yang lebih luas dan lebih profesional di wilayah Moutong, Parigi Moutong. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post