Semarang, Barta1.com – Upaya pemulihan lingkungan di Jawa Tengah memasuki babak baru melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kemitraan ini berfokus pada rehabilitasi lahan kritis di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuntang, tepatnya di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (MDPL), dengan penanaman 600 pohon alpukat baru-baru.
Kepala Subdirektorat Konservasi Unnes, Prof. Dr. Nana Kariada TM, M. Si., selaku mitra pengembangan program konservasi, menjelaskan alasan teknis pemilihan lokasi yang spesifik ini.
“Kami memilih lokasi ini bukan sekadar untuk kegiatan simbolis, tetapi untuk menjawab kebutuhan nyata lingkungan. Sebagai kawasan hulu DAS, daerah ini membutuhkan intervensi pemulihan agar tetap mampu menjalankan fungsi ekologisnya,” ungkap Prof. Nana.
Lokasi tersebut merupakan bagian dari Daerah Tangkapan Air (DTA) Rawapening, menjadikannya sangat vital untuk menjaga debit air yang mengalir ke hilir, termasuk yang dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau infrastruktur vital lainnya. Pemulihan fungsi ekologis ini secara tidak langsung mendukung kinerja Pembangkitan PLN di wilayah tersebut.
Inisiatif PLN ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan BUMN.
“Kegiatan ini tentunya sangat penting untuk memperbaiki kualitas lingkungan, memperkuat daerah tangkapan air, serta mendukung ketahanan ekosistem di Jawa Tengah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi dan PLN menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lingkungan,” pungkas Widi.
General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen jangka panjang. Degradasi lingkungan seringkali menjadi pemicu bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang dapat merusak jaringan transmisi dan distribusi listrik.
“Langkah di hulu DAS Tuntang ini melengkapi upaya PLN dalam menjaga keberlanjutan energi,” tambah dia.
Program penanaman 600 pohon ini menunjukkan sinergi internal yang kuat di seluruh entitas PLN Group di Jawa Tengah dan DIY. Unit-unit seperti PLN UIK Tanjung Jati B (TJB), PLN UIP Jawa Bagian Tengah (JBT), hingga PLN ICON Plus ikut terlibat, membuktikan upaya pemulihan lingkungan membutuhkan kerja bersama multi-unit.
Dengan fokus pada rehabilitasi lahan kritis di 1.100 MDPL dan kolaborasi dengan keahlian akademik, PLN memastikan bahwa program ini akan menghadirkan manfaat ekologis dan sosial yang berkelanjutan, sekaligus menopang keandalan sistem kelistrikan regional. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post