Kotamobagu, Barta1.com – Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan program bantuan pangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah berjalan tepat sasaran. Melalui Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Perum Bulog Bolmong, penyaluran bantuan beras dan minyak goreng periode Oktober–November 2025 dipantau langsung di setiap kelurahan dan desa, Rabu (26/11/2025).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Piter Suli, mengungkapkan bahwa total penerima pada periode ini mencapai 4.932 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Ia menjelaskan setiap KPM mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang difokuskan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. “Kami memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan sesuai data. Ini merupakan amanat langsung dari Wali Kota Kotamobagu agar setiap keluarga penerima benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Piter.
Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog dalam memastikan kecukupan stok serta distribusi logistik yang merata di seluruh wilayah. “Kami juga menyampaikan salam dari Pak Wali Kota kepada seluruh penerima bantuan. Semoga ini dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga,” tambahnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga rentan yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. “Harapannya, bantuan ini dapat membantu masyarakat tetap produktif dan memiliki akses pangan yang layak,” kata Piter.
Sebaran penerima bantuan mencakup empat kecamatan, yaitu Kotamobagu Barat 1.449 KPM, Kotamobagu Selatan 1.613 KPM, Kotamobagu Timur 1.096 KPM, dan Kotamobagu Utara 774 KPM, sesuai dengan data terpadu yang ditetapkan pemerintah.
Pemkot juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan akurasi data KPM agar tidak terjadi kesalahan penyaluran serta memastikan warga yang benar-benar berhak mendapatkan prioritas utama.
Dengan program yang terus dimonitor ini, pemerintah berharap stabilitas ketahanan pangan rumah tangga tetap terjaga, sekaligus memperkuat daya dukung sosial bagi masyarakat di Kota Kotamobagu.**


Discussion about this post