• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Desember 7, 2025
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan pada sesi Seller Meets Buyer di Paviliun Indonesia pada COP30 di Belém Brasil. (foto: Humas PLN)

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan pada sesi Seller Meets Buyer di Paviliun Indonesia pada COP30 di Belém Brasil. (foto: Humas PLN)

PLN Ungkap Strategi Raksasa Energi EBT dalam RUPTL Baru

by Ady Putong
25 November 2025
in News, Webtorial
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belem, Barta1.com — Komitmen Indonesia terhadap target Net Zero Emissions (NZE) 2060 semakin diperkuat dengan langkah-langkah konkret di sektor ketenagalistrikan. Pada forum COP30 di Belém, Brasil, PT PLN (Persero) tidak hanya mengumumkan kerja sama strategis terkait pasar karbon, tetapi juga memamerkan fondasi utama yang mendukung ambisi ini; Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

RUPTL ini merupakan cetak biru yang menunjukkan keseriusan Indonesia dalam melakukan transisi energi besar-besaran, menjadikannya pemain kunci dalam penyediaan energi bersih di masa depan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan inisiatif ini membuktikan kemampuan Indonesia mendukung pencapaian target global penurunan emisi melalui perdagangan karbon. Secara keseluruhan, RUPTL 2025-2034 adalah fondasi energi yang menggerakkan Indonesia menuju kepemimpinan pasar karbon dan mewujudkan komitmen NZE 2060.

Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, memaparkan secara rinci RUPTL terbaru ini sebagai manifestasi dari upaya perusahaan untuk menjadi pemimpin global dalam penyediaan energi hijau.

Rencana ini menargetkan penambahan total kapasitas pembangkit sebesar 69,5 Gigawatt (GW) selama sepuluh tahun ke depan. Yang paling mencolok, 76% dari penambahan kapasitas ini, atau 52,9 GW, secara eksplisit dialokasikan untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan storage.

Penambahan kapasitas EBT sebesar 52,9 GW adalah lompatan kuantitas yang drastis, menggambarkan pergeseran fokus PLN dari energi fosil ke sumber energi bersih. Evy Haryadi menjelaskan aset-aset baru ini, meliputi proyek-proyek tenaga surya, air, angin, dan panas bumi.

Fasilitas tersebut diperkirakan akan menghasilkan listrik hijau melimpah, mencapai lebih dari 1.000 Terawatt-jam (TWh) selama periode RUPTL. Volume energi yang sangat besar ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat tetapi juga menciptakan surplus ‘hijau’ yang dapat mendukung industri global.

Ketersediaan energi hijau dalam skala besar ini menempatkan Indonesia pada posisi yang unik: memiliki peluang besar memimpin transisi energi bersih yang mendorong transformasi ekonomi hijau.

“Kami ingin menjadi pemimpin bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga pemimpin global dengan menyediakan pasokan energi hijau yang melimpah serta berbagai fasilitas pendukung target keberlanjutan yang dibutuhkan pelanggan di masa depan,” tutur Evy, menjelaskan.

Dukungan terhadap target NZE juga diwujudkan melalui produk-produk dekarbonisasi yang ditawarkan PLN. Dua produk utama berbasis green attributes adalah Unit Karbon dan Renewable Energy Certificate (REC).

Unit Karbon memungkinkan perusahaan mengimbangi emisi mereka melalui proyek-proyek pengurangan emisi yang tersertifikasi secara domestik dan internasional. Sementara itu, REC berfungsi sebagai instrumen yang memberikan pengakuan resmi dan transparan atas penggunaan listrik yang berasal dari EBT.

REC sangat krusial dalam ekosistem green energy as a service yang ditawarkan PLN. Menurut Evy, instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kepatuhan bagi pelaku usaha yang memiliki target keberlanjutan, tetapi juga membuka peluang signifikan untuk percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor industri dengan memberikan akses langsung ke listrik bersih dan stabil dari infrastuktur PLN.

Dengan instrumen ini, perusahaan dapat merencanakan strategi jangka pendek maupun panjang untuk mencapai target NZE secara efektif. Dalam rangka memfasilitasi pasar karbon global, PLN juga menawarkan peluang forward offtake untuk proyek-proyek yang telah mencapai standar tertinggi.

Contohnya, ada tiga proyek yang telah bersertifikasi Gold Standard dengan total potensi penurunan emisi sekitar 1,5 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Salah satu proyek strategis adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground-mounted berkapasitas 50 Megawatt (MW) yang terintegrasi dengan baterai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan teknologi EBT mutakhir dalam pengembangan infrastruktur penting.

Kolaborasi yang terjalin, termasuk penandatanganan dengan Pemerintah Norwegia (GGGI) dan Carbon Ex Inc. Jepang, adalah upaya nyata untuk mengkapitalisasi potensi EBT yang tertuang dalam RUPTL. (**)

Editor:
Ady Putong

Barta1.Com
Tags: 1000 TWh Listrik Hijau Indonesia9 GW EBT PLNPenambahan EBT 76 persen RUPTLPLTS 50 MW IKN Gold StandardRUPTL 2025-2034 EBT PLNRUPTL PLN kapasitas pembangkitStrategi Transisi Energi PLN NZE 2060Target 52Visi Pemimpin Energi Bersih Global
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi (Foto: Humas PLN))

PLN Tawarkan Unit Karbon dan REC untuk Percepat Transisi Energi Korporat Global

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Ganti Genset Solar dengan Listrik PLN, TNI AL Dukung Transisi Energi Nasional dan Kurangi Emisi Karbon 7 Desember 2025
  • Hemat 56% Biaya Operasional Kapal Perang, PLN-TNI AL Kuatkan Pertahanan Laut Lewat Elektrifikasi Dermaga 7 Desember 2025
  • Daftar 26 Pemain Ikuti Seleksi Tahap Akhir Persma Manado 1960 7 Desember 2025
  • Beri Dukungan Moral ke Defit Nicot Bee, Sahea: Yakinlah! Kebenaran Pasti Akan Menang 7 Desember 2025
  • Tindak Pidana Pertanahan, Plt. Wakil Jaksa Agung Minta Pencegahan Diperkuat 7 Desember 2025

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In