Nama Tenaga Pendidik Politeknik Negeri Manado yang menulis tulisan ini, di antaranya Adrianto Leme Gunawan, SST, Sudarno, ST.,MT, Fery Sondakh, ST.,MT, Dwars Soukotta, ST.,M.Ars)
Latar Belakang Masalah
Jembatan merupakan infrastruktur vital yang berperan dalam menunjang mobilitas dan konektivitas suatu wilayah. Keandalan dan keamanan jembatan sangat bergantung pada inspeksi rutin untuk mendeteksi potensi kerusakan dan memastikan ketahanan strukturnya.
Di Manado, yang memiliki berbagai jembatan dengan kondisi geografis dan iklim yang beragam, inspeksi jembatan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal efisiensi, akurasi, dan pengelolaan data inspeksi.
Metode konvensional dalam inspeksi jembatan sering kali mengandalkan observasi manual yang subjektif dan dokumentasi yang tidak terstandarisasi. Hal ini dapat menyebabkan inkonsistensi dalam penilaian kondisi jembatan serta lambatnya proses pengambilan keputusan terkait perawatan dan rehabilitasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu system yang dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi inspeksi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi.
Aplikasi Inspeksi Visual Jembatan (INVI-J), dikembangkan sebagai solusi untuk mempermudah proses inspeksi dengan pendekatan berbasis digital. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan kondisi visual jembatan secara sistematis, analisis risiko kerusakan, serta rekomendasi tindakan perbaikan yang lebih cepat dan akurat. Dengan menggunakan INVI-J, proses inspeksi dapat dilakukan lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Aplikasi inspeksi Visual Jembatan (INVI-J) memiliki standar dan acuan teknis utama yang menjadi dasar penggunaan aplikasi INVI-J, yaitu SNI 1725:2016, sebuah standar pembebanan untuk jembatan, SNI 2833:2008, standar perencanaan struktur beton untuk jembatan, pedoman pemeriksaan dan penilaian kondisi jembatan (Bridge Management System – BMS) oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Menggunakan aplikasi Inspeksi Visual Jembatan (INVI-J), memungkinkan petugas atau inspektor untuk melakukan inspeksi secara efisien, mencatat kondisi struktural jembatan, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan atau perawatan.
Dalam aplikasi INVI-J, kerusakan yang ditemukan akan diukur dari segi risiko dan dampaknya terhadap keselamatan dan kelayakan jembatan. Misalnya, kerusakan yang signifikan pada bagian-bagian struktural utama (seperti pilar atau balok utama) akan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan kerusakan pada komponen sekunder.
Risiko umumnya dihitung berdasarkan dua komponen: probabilitas kerusakan semakin memburuk dan dampaknya pada keselamatan publik.
INVI-J sering dilengkapi dengan skala atau klasifikasi risiko yang membantu inspektor dalam menilai tingkat urgensi perbaikan. Misalnya, kategori risiko dapat dibagi menjadi “Rendah,” “Sedang,” “Tinggi,” dan “Kritis” untuk memberikan gambaran jelas tentang prioritas perbaikan.
Aplikasi akan memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan tingkat risiko tersebut, seperti perawatan rutin, perbaikan segera, atau tindakan darurat.
Setelah penilaian kerusakan dilakukan, INVI-J dapat menghasilkan laporan lengkap yang mencakup detail kondisi jembatan, lokasi kerusakan, serta rekomendasi tindakan perbaikan yang perlu dilakukan. Laporan ini membantu manajemen dalam mengalokasikan sumber daya untuk perbaikan dengan prioritas yang tepat, sehingga dapat mencegah kecelakaan dan memperpanjang umur jembatan.
Dengan penggunaan aplikasi INVI-J, proses inspeksi kondisi visual jembatan menjadi lebih terstruktur, efisien, dan tepat sasaran. Analisis risiko yang dihasilkan membantu dalam menentukan langkah perbaikan sesuai dengan tingkat prioritas dan mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut.
Implementasi teknologi ini juga memastikan keamanan jembatan tetap terjaga serta dapat mengurangi potensi biaya perbaikan di masa depan.
Untuk mengetahui penilaian kerusakan pada inspeksi kondisi visual jembatan menggunakan aplikasi inspeksi visual jembatan (INVI-J), maka penulis melakukan analisis untuk menggunakan data yang diambil langsung di lokasi. Dan data – data hasil pekerjaan paket survei kondisi jembatan provinsi Sulut ada pada PT. Panca Prakarsa Muliatama & PT. Epadascon Permata
Data Teknik Jembatan.
Pada penelitian ini penulis akan mengolah data primer yang sudah didapatkan langsung dari survei di lapangan. Di bawah ini adalah data Teknik Jembatan yang dipilih penulis sebagai sampel, pertama Jembatan Bengkol (Kec. Mapanget, Kota Manado),
Jembatan Bengkol,
1. Nama Jembatan Bengkol
2. Nomor Jembatan : 50.017.002.0
3. Nama Ruas Jalan : BTS. KOTA MANADO – WORI
4. Tahun Pembangunan : 1990
5. Tipe Bangunan Atas : GBP (Gelagar Baja Permanen)
6. Panjang Bentang : 25,4 meter
7. Lebar Bentang : 7 meter
8. Jumlah Bentang : 1 (Satu)
9. Titik Koordinat : Longitude 124.87724, Latitude 0.153723
10. Lokasi Jembatan :














Discussion about this post