Manado, Barta1.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, civitas akademika Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, pada Minggu, 17 Agustus 2025.
Namun, tahun ini terasa lebih istimewa. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada puluhan dosen dan tenaga pendidik atas dedikasi mereka yang luar biasa, dengan masa pengabdian yang telah mencapai 10 hingga 20 tahun.
Tak hanya itu, Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, juga secara khusus memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga pendidik yang dinilai memiliki kedisiplinan tinggi dan selalu datang lebih awal ke kampus. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Dwars Soukotta, S.T., M.Ars dosen dari Jurusan Teknik Sipil.
Kedisiplinan yang Menjadi Gaya Hidup
Dalam wawancaranya, Dwars Soukotta menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang ia terima. Menurutnya, datang lebih awal bukan hanya soal kebiasaan, tetapi sudah menjadi bagian dari prinsip hidup yang ditanamkan sejak kecil.
“Penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus percaya pada diri sendiri. Disiplin itu sangat penting, dan sejak kecil orang tua saya sudah menanamkan nilai itu,” ujar Dwars.
Dwars merupakan anak dari pasangan abdi negara. Sang ayah adalah dosen di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), sementara ibunya bekerja sebagai peneliti di Baristan Industri Manado. Lingkungan keluarga inilah yang membentuk karakter dan komitmennya dalam menjalani profesi sebagai pendidik.
“Ketika kita percaya bahwa dalam diri kita ada hal baik, ada kemampuan dan keberanian, maka hal baik itu pula yang akan kita bagikan kepada sekitar kita,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Refleksi di Hari Kemerdekaan
Memaknai HUT ke-80 RI, Dwars juga memberikan pandangannya sebagai tenaga pendidik dan bagian dari civitas akademika Polimdo. Ia menilai bahwa semangat kemerdekaan tahun ini yang mengusung slogan “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” adalah cerminan dari harapan dan cita-cita bersama.
“Ketika kita bersatu dalam tujuan yang sama, yakni berdaulat, maka yang lahir adalah kebahagiaan bersama. Dan dari sana, rakyat yang sejahtera bisa tercapai, sehingga Indonesia ke depan menjadi lebih maju,” jelasnya.
Upacara peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi simbol nasionalisme, tetapi juga menjadi momen apresiasi yang memotivasi seluruh insan akademik Polimdo untuk terus berkarya, mendidik, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan semangat kemerdekaan, Polimdo menunjukkan bahwa perjuangan masa kini adalah tentang dedikasi, kedisiplinan, dan semangat untuk memajukan pendidikan demi Indonesia yang lebih baik. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post