• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional
Hadapi Musim Pancaroba dan Krisis Iklim, Greenpress Tekankan Mitigasi Berbasis Ekosistem

Trinimla Ningrum, peneliti kebencanaan dari Greenpress Indonesia. Foto : dok Pribadi. (foto: dok pribadi)

Hadapi Musim Pancaroba dan Krisis Iklim, Greenpress Tekankan Mitigasi Berbasis Ekosistem

by Agustinus Hari
28 Mei 2025
in Nasional
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Barta1.com – Menghadapi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan akibat perubahan iklim, organisasi lingkungan hidup Greenpress Indonesia menekankan pentingnya pendekatan mitigasi berbasis ekosistem (ecosystem-based mitigation) dalam kebijakan pengurangan risiko bencana.

 

Menurut Trinimla Ningrum, peneliti kebencanaan dari Greenpress Indonesia, pendekatan ini tidak hanya melibatkan pembangunan infrastruktur teknis seperti tanggul, tetapi juga pemulihan dan pemanfaatan ekosistem alami untuk melindungi masyarakat dari bencana. Contohnya, hutan lindung di hulu sungai dapat mengurangi volume dan kecepatan aliran air hujan ke hilir, sementara mangrove mampu meredam gelombang dan mencegah abrasi di pesisir.

 

“Kita sudah terlalu lama mengandalkan solusi rekayasa teknis. Padahal alam memiliki sistem pertahanan yang luar biasa jika tidak dirusak,” ujar Trinimla Ningrum di Jakarta (28/05/2025) ketika merespon berbagai isu kebencanaan dan krisis iklim di Indonesia.

 

Ia menjelaskan mitigasi berbasis ekosistem mencakup pelestarian hutan, pemulihan daerah aliran sungai (DAS), perlindungan rawa, dan penataan ruang secara ekologis.

 

Greenpress mencatat bahwa bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk banjir besar yang baru-baru ini melanda Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan Kabupaten Bandung Barat, merupakan alarm keras atas kerusakan sistem ekologis di wilayah hulu.

 

“Bukan semata karena curah hujan ekstrem, tetapi karena hutan dan lanskap alaminya sudah tidak mampu menahan limpasan air,” tambah Trinimla yang juga pernah aktif di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) ini.

 

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa fenomena La Nina yang lemah diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun 2025, menyebabkan suhu perairan Indonesia lebih hangat dari rata-rata dan meningkatkan pembentukan awan hujan. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi pada 2025.

Greenpress mendorong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil untuk:

  • Mengintegrasikan konservasi ke dalam rencana tata ruang dan pembangunan.
  • Mengembalikan fungsi hutan dan ekosistem alami sebagai zona penyangga bencana.
  • Meningkatkan investasi dalam restorasi lahan kritis dan perlindungan kawasan penting secara ekologis.

Rini panggilan akrab Trinimla Ningrum ini menuturkan, pendekatan berbasis ekosistem juga dinilai lebih murah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat tambahan seperti menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, serta memperkuat ekonomi lokal melalui ekowisata atau pertanian ramah lingkungan. “Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita. Ini bukan slogan, tapi fakta,” jelasnya.

 

Dengan menekankan solusi alami sebagai bagian dari mitigasi bencana lanjut Rini, Greenpress berharap Indonesia tidak hanya bertahan dari krisis iklim, tetapi juga bertransformasi menjadi negara yang tangguh dan berkelanjutan.

Penulis: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Greenpresskrisis iklimpancarobaTrinimla Ningrum
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Ketua Fraksi Golkar Sulut, Cindy Wurangian dan anggota DPR RI Christiany Eugenia Paruntu. (foto: istimewa)

CEP Masih Dijagokan Pada Musda Golkar

Discussion about this post

Berita Terkini

  • AMSI dan PWI Desak Penghapusan Pajak Pengetahuan Untuk Keberlanjutan Media Nasional 12 Januari 2026
  • KMPA Tansa dan KPA Tulap Bagikan Bibit Rica Gratis di Girian Bitung 11 Januari 2026
  • MUSCAB IBI Bolsel ke-IV Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas Bidan melalui Sosialisasi PMB UM Manado 10 Januari 2026
  • UM Manado Sosialisasikan PMB di DINKES Boltim – Puskesmas Tutuyan 10 Januari 2026
  • Bupati Michael Thungari Hadiri Peresmian dan Pentahbisan GMAHK Jemaat Aha Patung 10 Januari 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In