Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut, Normans Luntungan, pada rapat Paripurna hari ini, Rabu (30/04/2025), dipercayakan untuk membacakan laporan pelaksanaan reses 1 pada masa persidangan kedua yang dilaksanakan pada tanggal 15 – 22 Maret 2025 di Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud, Ruang Paripurna DPRD, Rabu (30/04/2025).
Pada kesempatan pertamanya menaiki mimbar, Normans, acara tegas menekankan beberapa poin yang perlu diperhatikan di depan Wakil Gubernur Sulut, Dr Johannes Victor Mailangkay SH MH, beserta pimpinan DPRD Provinsi Sulut.
“Mengingat waktu, saya akan membacakan beberapa poin saja, pertama bidang infrastruktur di mana masyarakat di Desa Bulude Selatan, Kecamatan Esang, Kabupaten Talaud mengeluhkan bendungan beserta saluran irigasi yang dibangun, namun tidak berfungsi sampaikan saat ini, padahal menghabiskan uang negara yang begitu besar,” ungkap Normans.
Kedua, tamba anggota Fraksi Gerindra itu, masyarakat desa Kawahang mengalami musibah tanah longsor dan banjir dibeberapa rumah, dan masyarakat meminta untuk dibuatkan tanggul dibeberapa titik bencana longsor.
“Ketiga, meminta adanya pembangunan talut penahan tanah di sepanjang jalan desa Tanapi, sekaligus masyarakat mengharapkan adanya TPA (tempat pembuangan akhir),” terangnya.
Kedua, lanjut dia, bidang sosial, UMKM dan ekonomi. “Meminta masyarakat yang menjadi korban terkena tanah longsor, bantuan yang diinginkan itu berupa tenaga medis, obat – obatan, dan sembako.”
“Berikutnya meminta adanya penerangan di sepanjang jalan di Desa Binalu, untuk menghindari tindak kriminal kecelakaan bagi pengendara, dan pejalan kaki, ketiga membangun sarana penampungan air bersih,” imbuhnya.
Selanjutnya masyarakat mengharapkan dapat diberikan bibit ternak, berupa babi dan ayam di Desa Binerangen, kemudian juga meminta bibit pala, sekaligus meminta dibangun lampu jalan yang berkekuatan solar sale di Kampung Peta, Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Sangihe.
“Untuk bidang pertanian dan perkebunan, peternakan dan perikanan, di mana masyarakat mengharapkan agar pemerintah dapat memberikan bantuan, berupa bibit pala, serta dapat menaikan harga jual pala di desa Binalu, masyarakat nelayan mengharapkan bantuan sarana prasarana untuk penangkapan ikan di Desa Tanapi, serta menginginkan bantuan ternak babi dan ayam di Desa sawang, berikutnya meminta bantuan pelatihan UMKM bagi Ibu-Ibu di Desa, khususnya untuk pembuatan makanan dan kue-kue kering untuk dijual kembali,” jelasnya.
Untuk bidang pendidikan dan olahraga, tambah kader Perindo itu, meminta pendidikan gratis di Desa Esang, berupa beasiswa. Penempatan guru, sekirannya jua disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, kemudian pengadaan fasilitas penunjang untuk kegiatan belajar-mengajar.
“Bidang kesehatan di mana Rumah Sakit di Daerah Talaud sampai saat ini tidak ada obat, kirannya ada perhatian dari Pemerintah Provinsi, selanjutnya bidang umum anak kuliah diusulkan ketika balik ke kampung halaman mendapatkan keringanan tiket 50%, khususnya daerah kepulauan, selanjutnya memohon bantuan untuk Gereja yang sementara direnovasi akibat Gunung Ruang,” pungkasnya.
Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut dari Dapil 3 Nusa Utara, di antaranya:
Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen,
Normans Lingkungan,
Vionita Kuera,
Ronald Sampel, dan Toni Supit.(*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post