Bitung, Barta1.com — Organisasi Objek Petani Kelapa (OPK) Kota Bitung, menggelar ibadah Oikumene dirangkaikan dengan sosialisasi dalam rangka merealisasikan kegiatan-kegiatan OPK. Kegiatan bergulir di ujung kampung Kelurahan Lirang Kecamatan Lembeh Utara, Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sabtu (15/3/2025).
Hadir dalam kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Lirang Djufri Mokoginta, Kapolsek Lembeh Selatan, IPDA Jhonny Marisi, SH, Ketua Umum OPK, Frets Mandag, S.Pd, bersama beberapa pengurus, Penasehat OPK Agustinus Hanny Liemitang, Paulus Denny Liemitang yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bitung.
Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kelurahan Lirang, Djufri Mokoginta, menekankan pentingnya kartu tani. Menurutnya, salah satu fungsi kartu tani khususnya bagi para petani yang tergabung dalam OPK Kota Bitung, yaitu untuk mendapatkan subsidi atau pengurangan harga saat pembelian pupuk.
Lebih jauh, Ia juga mengajak para petani kelapa untuk menjaga kualitas mutu kelapa agar hasilnya lebih baik.
“Kita harus menjaga kualitas mutu kelapa agar hasilnya lebih baik dan agar supaya ketika melakukan ekspor, tidak dikembalikan,” ucap Mokoginta.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum OPK Kota Bitung, Frets Mandag, S.Pd, menyampaikan bahwa, OPK Kota Bitung berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan berasaskan kekeluargaan, gotong royong, saling menopang dan menjunjung tinggi martabat.
“Organisasi OPK Kota Bitung sudah berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan Ham, jadi tidak lagi diragukan dan organisasi ini adalah milik semua petani kelapa Kota Bitung dan bukan hanya milik pengurus saja,” tutur Frets Mandag.
Senada dengan itu, Penasehat OPK Kota Bitung, Agustinus Hanny Liemitang, menyatakan organisasi objek petani kelapa ini adalah milik dari semua petani yang ada di Kota Bitung.
Ia juga menambahkan bahwa organisasi ini merupakan wadah untuk menyampaikan visi dan misi serta wadah untuk bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung.
“Melalui wadah ini, pemerintah dapat melihat dinamika kehidupan para petani di mana pekerja kelapa ini sangat sulit. Hal inilah yang menjadi kepedulian kami, sehingga kami berusaha untuk memfasilitasi,” pungkasnya. (*)
Peliput:
Chris Pontoh


Discussion about this post