Manado, Barta1.com – Setiap anak ingin membahagiakan kedua orang tuanya, apalagi menunjukkan keberhasilannya baik itu berkaitan dengan study maupun dunia pekerjaan. Namun, berbeda dengan Freecklee Febriano Daniel Tatumpe.
Ia berdiri dan menjadi bagian dari 756 Wisudawan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) gelombang ke II Diploma III dan Sarjana Terapan tahun akademik 2023/2024, yang hampir semuanya dihadiri oleh orang-orang tercinta, yakni kedua orang tua.
Apalagi saat momen Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA, mengarahkan setiap lulusan untuk menghadap orang tua mereka, dan mengarahkan tanda kasihnya melalui simbol tangan berbentuk love sekaligus tepukan tangan yang meriah, pertanda ucapan terima kasih.
Secara bersamaan, Freecklee terbawa dengan suasana haru itu, namun sering kali ia menundukkan kepalanya.
“Sangat senang bisa sampai dititik ini, sekalipun tidak ada orang tua yang mendampingi, secara pribadi tetap bersemangat,” ungkap Freecklee kepada Barta1.com, Selasa (29/10/2024).
Secara pribadi harus tetap kuat, kata Freecklee, karena dirinya masih memiliki tanggungjawab untuk mengurusi adik-adiknya yang saat ini masih dalam proses study.
“Saat Ibu meninggal, sebagai anak tertua mau tidak mau harus menjadi tulang punggung untuk membantu kebutuhan sehari – hari. Memenuhi itu, perna menjalani pekerjaan sebagai pengemudi grab, kemudian penjual burger, dan terakhir ini sedang bekerja di rumah makan China di Manado” terangnya.
Lulusan D4 Prodi Management Perhotelan itu, ketika ditanya keberadaan ayahnya. Ia engan bercerita, melainkan menyebut dirinya akan berfokus sebagai tulang punggung bagi adik-adiknya.”Sekalipun tidak ada orang tua yang mendampingi, tapi saya masih memiliki adik-adik, mereka ada di belakang.”
“Keberhasilan ini untuk Ibu tercinta. Sebagai anak hanya bisa menyampaikan banyak terima kasih, karena sudah memberikan dukungan selama ini. Secara pribadi, sebenarnya sudah tidak mau melanjutkan perkuliahan ini, namun semua karena Ibu. Sebelum meninggal, ia pernah menyampaikan bahwa perkuliahan itu harus diselesaikan, supaya tidak ada yang bisa membohongi dan menganggap saya itu rendah,” ucapnya.
Bongkeng sapaan akrab rekan-rekannya itu, ketika ditanya langkah apa ke depan yang akan dilakukan pasca diwisuda. Secara tenang, Ia menjawab ingin bekerja di Kapal Pesiar.
“Saat pertama kali masuk perkuliahan di Jurusan Pariwisata Polimdo dengan bantuan beasiswa KIP, saat itu juga, saya merasa terbantukan dan memiliki kerinduan untuk bekerja di Kapal Pesiar dan Ingin mengelilingi beberapa negara di dunia,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post