Minahasa, Barta1.com – Jalan akses menuju Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Jemaat “Milita Christy” Tondano, Sulawesi Utara diperbaiki oleh Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Selasa – Kamis (04-06/07/2024).
Perbaikan jalan dilakukan dalam rangka pengabdian program penerapan usaha produk inovasi vokasi (PUPIV) dengan mengangkat tema : Hilirisasi Eco-Concrete Paving Block untuk meningkatkan akses masuk GGP Jemaat “Militia Christy” Tondano.

Ketua TIM PUPIV Polimdo, Dr. Ir Jeanely Rangkang, M.Eng.Sc bersama anggotanya Fery Sondakh, ST., MT kepada Barta1.com menjelaskan persoalan yang ditemukan bawah jalan akses menuju Gereja masih terlihat tanah dasar, yang dikenal dengan tanah lempung-kelanaun.
“Bahkan akses jalan sampai pada area Gereja dahulunya lokasi persawahan yang ditimbun dengan tanah urugan yang bukan tanah urugan pilihan,” jelasnya.
Lanjut Jeanely, dari tanah urugan itu membuat akses masuk Gereja menjadi berlumpur dan becek, ketika hujan. Bahkan jalan tersebut tidak dilengkapi dengan drainase yang memadai, sehingga membuat air tergenang di jalan.

“Akses jalan juga menjadi licin, dan bisa menyebabkan kecelakaan ketika memasuki musim hujan. Bahkan limpasan air hujan membawa masalah yang signifikan di daerah perkotaan, air hujan yang jatuh pada tutupan tanah alami, sekitar 10% akan menjadi limpasan. Sedangkan air hujan yang jatuh di wilayah perkotaan dengan tutupan kedap air sekitar 75% sampai dengan 100%, maka setidaknya 55% air hujan akan menjadi limpasan atau aliran permukaan (runoff),” jelasnya.
Menurutnya, hal ini menggambarkan dengan jelas bahwa daerah perkotaan menghasilkan volume limpasan 5 kali lebih banyak dibandingkan daerah dengan tutupan tanah alami.
“Maka dari itu, kami mencoba membantu mitra dengan melakukan Hilirisasi Eco-Concrete Paving Block untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan untuk area masuk ke Gereja, di mana air hujan yang jatuh di atas permukaan paving akan merembes melalui celah antar Paving yang diisi pasir halus. Di mana pasir sendiri, memiliki fungsi menyaring zat-zat polutan yang terbawa air, sehingga kualitas air yang mengalir ke badan air akan menjadi baik ” jelasnya.
Akses jalan menuju Gereja akhirnya dipasang paving Block dengan luas 148 M2. “Bahkan pemanfaatan Eco-Concrete Paving Block adalah suatu lapisan permukaan perkerasan yang ramah akan lingkungan,” Pungkasnya.
Diketahui GGP Jemaat Militia Christy Tondano di bawah pimpinan Pendeta/Gembala Tiene Hetty Talumikir, STh., GGP. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post