Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari ini Selasa, 27 Februari 2024 diberi judul: Sangkal Diri dan Pikul Salib dengan bacaan Alkitab Markus 8:34.
Apa yang Yesus lakukan ketika berkarya di dunia ini 2000 tahun yang lalu, sangat mengagumkan. Ini membuat banyak orang mengagumi-Nya dan mengagungkan nama-Nya. Maka datanglah banyak orang mengikuti Dia. Mereka ingin melihat Dia dari dekat. Sekaligus juga ingin menyaksikan langsung berbagai keajaiban dan mujizat yang Dia lakukan di hadapan banyak orang. Orang-orang datang berbondong-bondong mengerubuti Dia. Mereka datang dari berbagai penjuru negeri, utara, selatan, barat dan timur.
Yesus adalah satu-satunya manusia pertama dan terakhir yang dapat melakukan mujizat sebanyak dan sebesar itu. Bahkan nabi-nabi dan raja-raja menubuatkan tentang kedatangan atau kelahiran-Nya. Sebab, Yesus terlahir dan menjadi manusia yang utuh, namun sesungguhnya Dia juga adalah Tuhan yang sejati. Kemanusiaan Yesus tidak dapat mengingkari hakikat utama-Nya sebagai Tuhan. Itulah sebabnya, hanya Dia yang dapat melakulan mujizat dan perbuatan ajaib yang tidak dapat dilakukan oleh manusia manapun, baik sebelum maupun sesudah-Nya.
Hanya Yesus yang dapat: mengubah air jadi anggur, menahirkan orang kusta, membangkitkan orang mati, mencelikkan mata orang buta sehingga melihat, membuat orang lumpuh berjalan, tuli mendengar, meredakan badai, mengutuk pohon ara hingga kering, memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ekor ikan, mengembalikan telinga yabg terputus, mati tetapi bangkit pada hari ketiga, dll. Adakah yang seperti Dia? Tidak ada!
Itulah sebabnya orang banyak mengikuti Dia. Apalagi kedatangan-Nya sudah dinubuatkan para nabi ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya. Juga kelahiran-Nya harus didahului dengan kedatangan seorang yang mempersiapkan jalan kedatangan-Nya. Maka amat sangat banyak orang datang mengikuti Dia. Mereka datang dari desa, kota dan berbgai tempat. Ribuan orang setiap hari datang kepada-Nya. Semua ingin mendengarkan pengajaran-Nya yang luar biasa dan ingin menyaksikan langsung mujizat yang Dia lakukan di hadapan semua orang.
Atas dasar itulah sehingga orang-orang (Israel) menaruh harapan besar dari sosok Yesus, sesuai dengan pemikiran mereka. Yakni Yesus akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa-bangsa, Dia akan memulihlan keadaan Iarael yang tidak punya raja. Pendeknya Yesus akan membawa kemakmuran, keamanan dan kesejahteraan bagi bangsa Israel dengan menjadi pemimpin atas mereka. Sama seperti harapan Petrus dan para murid-Nya yang lain. Itulah yang membuat mereka terus mengikuti Yesus, ke mana saja Dia pergi. Ke kota, ke desa, kampung, pantai, di atas bukit dan di berbagai tempat. Ke mana saja Yesus pergi, ke situ mereka berada.
Akan tetapi, Yesus tahu akan apa yang dipikirkan oleh orang banyak itu. Maka Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya itu untuk mendekat. Kepada mereka Dia menegaskan bahwa, siapapun yang akan mengikuti Dia, harus menyangkal diri dan memikul salib. Jadi, mengikuti Yesus bukan berarti bersenang-senang apalagi bereuforia dengan kekuasaan-Nya tanpa kendali sehingga membuat mereka menjadi sombong. Tidak!
Karena Yesus tidak datang untuk membawa kesenagan sesaat yang menyesatkan, tetapi untuk keselamatan umat manusia secara utuh, jasmani dan rohaninya, di bumi dan di sorga. Sehingga, siapa yang mengikut Yesus, tidak bersenang-senang, tetapi harus mengikuti peintah-Nya, melakukan ajara-Nya, rela berkorban untuk semua orang, siap menderita untuk melakukan kebaikan dan tidak takut sengsara menyatakan kebenaran Kristus. Harus menyangkal diri dan memikul salib.
Menjadi orang Kristen atau pengikut Yesus Kristus harus meninggalkan keinginan dan kepentingan duniawi. Jangan mencari hawa nafsu duniawi, keinginan daging dan hal-hal yang sifatnya jasmaniah dan lahiriah. Kita harus mengasihi sesama manusia tanpa batas, tanpa pilih kasih, seperti melakukan untuk diri sendiri dan rela berkorban untuk sesama. Orang Kristen harus mengasihi musuh, menolong mereka dan selalu berlaku baik kepada orang yang memusuhi dan menganiaya kita. Jadi, kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Itulah syarat mengikuti Yesus.
Demikian firman Tuhan hari ini: Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku, (ay 34).
Mengikut Yesus bukan berarti bebas dari segala pergumulan. Semakin dekat kita dengan Kristus, semakin berat tantangan dan pergumulan yang kita hadapi. Tetapi semuanya itu akan membawa kita pada level iman yang lebih baik di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Ini menyenangkan hati Tuhan.
Dari kesengsaraan kita mengikuti Yesus, kita akan menerima upah yang melebihi dari apa yang kita harapkan dan pikirkan. Karena Allah tahu dan mengenal kita lebih dari kita mengenal diri kita. Diri-Nya saja Dia korbankan untuk kita, apalagi berkat dan kasih karunia.
Sabarlah dalam kesengsaraan. Bertekunlah dalam doa. Setialah dalam kasih. Pikullah salib, Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita di bumi, semua yang kita usahakan dan rindukan pasti terlaksana indah pada waktunya Tuhan, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post