Manado,Barta1.com – Gunung Gamkonora yang keberadaanya di Pulau Halmahera, tepatnya di kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, telah memberikan cerita tersendiri bagi Geovany Weliam Kaleb. Bahkan lelaki kelahiran Manado, 10 Juni 1994 itu menyebut Gamkonora adalah surganya Maluku Utara.

Anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Arnold Kaleb dan Adriana Katamona mengatakan, Gamkonora memiliki danau yang begitu cantik, ketika musim hujan.
Bukan itu saja, Geo sapaan akrab rekan-rekannya itu menyebut, Gamkonora juga memiliki lapangan yang luas ketika musim kemarau melanda. Gamkonora menciptakan keragamannya tersendiri.
“Saya benar-benar mengangumi keindahan ciptaan Tuhan di Gunung Gamkonora, sampai-sampai tidak pernah bosan untuk mendatanginya,” ungkap Geo kapada Barta1.com, Selasa (20/02/2023).
Menurut Geo, setiap pengunjung atau pendaki ketika berada di puncak Gunung Gamkonora, pastinya akan melihat keindahan yang berbeda ketika melihat padang hutan yang hijau, dan lautan luas nan biru. Bahkan mereka akan melihat lebih dari itu, di mana kaldera Gamkonora keindahannya sangat menakjubkan dengan adanya tebing-tebing yang tersusun rapi.
“Setiap orang yang akan melakukan pendakian ke Gunung Gamkonora pastinya juga akan melihat letusan dari Gunung Tobaru dan Gunung Dukono. Melihat letusan kedua Gunung tersebut dari puncak Gamkonora, sepertinya kita melihat keajaiban dari sang pencipta,” jelasnya.
Akan tetapi, kata anggota Torang Slangkers Manado (TSM), bahwa untuk mencapai keindahan dari Gunung Gamkonora ini. Dia dan teman-temannya, harus melewati 5 post.
“Saya dan teman-teman memulai perjalanan itu dari kantor pengamatan, kemudian melewati perkebunan warga dengan jalur yang landai untuk bisa mencapai post 1, setelah memasuki post 2 medan perjalanan mulai agak naik. Selepas post 2, kami sudah memasuki pintu rimbahnya dengan jarak yang ditempuh berkisar 30 menit untuk mencapai post 4,” terangnya.
Kemudian perjalanan post 4 ke 5, setiap pengunjung akan melewati medan yang basah, kemudian akan menyusuri jalur rerumputan untuk menuju basecamp (tempat berkumpul suatu kelompok).
“Jika ada yang tanya berkaitan dengan kesulitan yang dihadapi saat melakukan pendakian di Gunung Gamkonora ini, saya hanya bisa menjawab mungkin kurangnya air yang jernih, ketika musim kemarau datang. Jadi, untuk menghadapi kesulitan ini, kami mengantisipasinya dengan menyediakan air setiap orangnya itu harus membawa 5 sampai 10 liter,” tutur anggota KPPA Smandu Manado ini.
Di luar dari itu, setiap pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Gamkonora, sedianya harus menyiapkan perlengkapan pribadi dan kelompok, bahkan mental dan fisiknya dengan baik. Jika semua itu disiapkan dengan baik, maka akan mendapatkan cerita dan pengalaman yang baru nantinya.
“Dari cerita dan pengalaman yang baru itu, membuat saya sampai saat ini terus melakukan pendakian dan akan mengunjungi berbagai daerah yang belum dikunjungi,” pungkasnya.
Diketahui, Geo sudah melakukan pendakian sebanyak 23 Gunung, dia antaranya Klabat, Soputan, Lokon, Mahawu, Masarang, Empung, Tampusu, AmbanG, Tumpa, Manado tua, Ruang, Awu, Rinjani, Batur, Latimojong, Bianiya, Api banda, Gamokonora, Gamalama, Marijang, Pulutan, Tulangkouw dan Payung. (*)
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post