Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari ini Rabu, 7 Februari 2024 berjudul: Hidup Jujur dan Tulus Ikhlas sesuai dengan bacaan Alkitab Perjanjian Lama Amos 5:10.
Israel adalah bangsa pilihan Allah, umat kesayangan dan biji mata Tuhan. Itu tak terbantahkan. Bangsa itu diberkati secara luar biasa dan telah menjadi berkat bagi segala bangsa di bumi. Itu sudah teruji dan terbukti. Semuanya itu terjadi sesuai dengan janji Tuhan kepada nenek moyang mereka, yakni Abraham Ishak dan Yakub, yang hidup baik, setia dan taat kepada Tuhan.
Sayangnya, dalam praktik hidup umat Israel terutama setelah Allah berbelas kasihan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir masuk tanah Kanaan dan hidup berlimpah susu dan madunya, mereka lupa diri dan melawan Tuhan. Apa yang mereka lakukan, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Mereka memberontak kepada Allah, menyembah ilah tak berdaya, hidup jahat, menindas sesama, dan berlaku tidak adil kepada sesama. Segala jenis kejahatan, mereka lakukan yang menyakiti hati Tuhan.
Padahal seharusnya mereka mewarisi nilai-nilai kehidupan dan teladan dari nenek moyang mereka. Nyatanya tidak. Musa bahkan menyebut mereka sebagai bangsa yang tegar tengkuk dan pemberontak. Maka Allah menyatakan keadilan-Nya yang agung. Allah menghukum mereka dengan tidak ragu-ragu. Bahkan Allah membinasakan negeri dan hidup mereka. Semuanya dilakukan agar mereka bertobat, agar ada efek jera dari pelanggaran mereka.
Itulah sebabnya Allah mengutus hamba-Nya, nabi Amos untuk menegur dan memperingatkan mereka agar bertobat dan berbalik kepada Allah. Jika mereka ingin hidup dan selamat bahkan diberkati Allah, mereka harus mencari Tuhan. Carilah Tuhan, maka kamu (umat Israel) akan hidup. Hal ini harus dilakukan dan disampaikan Amos tanpa takut dan gentar karena mereka sudah terlalu jauh jatuh dalam dosa.
Umat Israel, rajanya, pemimpin dan segenap pemimpin umat sudah alergi dengan kebaikan. Mereka sudah melakukan dosa. Mereka memusuhi orang-orang yang melakukan kebenaran dan kebaikan. Mereka membenci orang-orang yang berkata lurus, menyampaikan teguran yang nyata atas segala kejahatan dan dosa. Mereka yang menegakkan kebenaran dan keadilan menjadi musuh, dibenci dan ditindas. Orang-orang yang cinta kebenaran, yang mengucapkan tentang hal-hal yang baik dengan tulus ikhlas, menjadi racun bagi mereka. Maka ditentang dan dimusuhi. Hati mereka sudah menjadi degil dan keji. Mereka anti kritik dan anti kebenaran. Pikiran mereka selalu kotor dan penuh intrik jahat yang suka mencelakakan orang baik.
Orang yang hidup lurus, jujur dan tulus ikhlas menjadi momok bagi mereka. Sehingga harus ditentang, dimusuhi dan dibenci. Kebencian akan kebaikan menjadi hal biasa. Mencurangi keadilan menjadi makanan harian dan kebiasaan. Mereka merasa nyaman dengan segala yang jahat dan alergi dengan segala sesuatu yang berbau kebaikan dan kebenaran.
Teguran yang nyata tentang kebenaran untuk kebaikan adalah kejahatan di mata mereka. Kebaikan menjadi Ipuh (racun) yang mematikan. Sehingga orang yang menegur dengan nyata ditentang. Mereka lebih mencintai kemunafikan dan pujian serta kesenangan sesat dan sesaat yang sesungguhnya hanya tipuan belaka. Padahal jelas firman Tuhan: “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” (Amsal 27:5).
Salomo dalam Amsal 27:6 mengatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” Artinya bahwa kesenangan sesaat yang menyesatkan dan penuh kemunafikan lebih mereka junjung tinggi daripada suara kebenaran yang membawa keselamatan, kehidupan dan berkat melimpah dari Allah yang bersifat kekal. Jadi, mereka sesungguhnya hidup dalam kepalsuan yang berujung dan membawa mereka pada kehancuran dan kebinasaan kekal.
Semuanya karena mereka menolak hidup dalam kebenaran dan kebaikan. Mereka melawan Tuhan, mereka membenci teguran yang membangun dan memandang keji terhadap cara hidup orang baik dan benar yang hatinya tulus dan ikhlas mengasihi Tuhan dan sesamanya. Yakni yang hidup dalam takut akan Tuhan.
Demikian firman Tuhan hari ini: “Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas, (ay 10).
Jangan membenci kebaikan dan menolak kebenaran. Konsistenlah hidup jujur dan tulus ikhlas. Tuhan melihat dan menilai hati kita. Apapun kata orang, tetaplah hidup dengan hati yang jujur, tulus dan ikhlas. Jangan takut ditolak manusia. Justeru takutlah kalau ditolak dan dihukum Allah.
Jika kita hidup berkenan kepada Tuhan, jujur, setia dan taat dengan hati yang tulus ikhlas, serta selalu memuliakan Dia, maka aman, damai dan sukacita lah hidup kita, di bumi dan di sorga. Terpujilah nama Tuhan Yesus kekal selamanya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post