• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 6 Februari 2024: Melawan Allah, Pasti Dibinasakan

by Agustinus Hari
6 Februari 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 6 Februari 2024: Melawan Allah, Pasti Dibinasakan

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: istimewa)

0
SHARES
360
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada Selasa 6 Februari 2024 memberi judul: Melawan Allah, Pasti Dibinasakan sebagaimana bacaan Amos 5:9.

Apa yang kurang, belum dan tidak dilakukan Allah untuk Israel. Kasih Allah sungguh amat sempurna bagi bangsa keturunan Abraham, Ishak dan Yakub itu. Karena kebaikan, kesetiaan dan ketaatan nenek moyang mereka, Israel menjadi bangsa pilihan dan umat kesayangan Allah. Mereka mendapatkan hak istimewa. Semua telah Allah lakukan untuk kebaikan mereka. Tidak ada bangsa lain di muka bumi ini yang sangat disayangi dan diistimewakan Allah seperti Israel.

Allah berjanji, maka Allah melakukannya. Perjalanan dari tanah perbudakan (Mesir) menuju tanah perjanjian (Kanaan) dalam penyertaan dan perlindungan serta berkat melimpah dari Allah. Kepada Fir’aun, Allah membuat 10 tulah. Bahkan ketika mereka mengejar bangsa itu menuju padang gurun, mereka dibenamkan Allah di laut Teberau. Dalam perjalanan, makanan mereka Tuhan sediakan. Burung gagak Tuhan pakai membawa makanan mereka, baik daging maupun roti. Dari batu cadas, keluar air segar. Di siang hari mereka teduh karena ada tiang awan yang menaungi meski di tengah terik matahari padang Gurun. Malam hari ada cahaya api sekaligus menghangatkan dinginnya malam. Musuh mereka dihalau Allah. Mereka membawa harta dan masuk tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya.

Di negeri itu, Allah memberkati mereka secara luar biasa. Ketika minta raja, Allah anugerahkan. Tak ada kurang satupun bagi umat Israel, oleh kasih sayang Allah yang sempurna. Allah berjanji bahwa mereka akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi segala bangsa di bumi. Oleh Israel, bangsa di seluruh dunia diberkati.

Apa respons mereka kepada Allah? Memberontak dan pengkhianatan! Itulah yang sering mereka lakukan. Termasuk di zaman nabi Amos, yakni di masa Uzia raja Yehuda dan Yerobeam (II) raja Israel (Utara). Mereka sungguh berlaku bejat di hadapan Allah. Mereka berlaku tidak adil dan menindas rakyat dengan kejam. Ibadah hanya formalitas, karena kejahatan sudah menguasai mereka. Orang benar mereka binasakan, orang miskin mereka tindas.

Dalam Yesaya 57:1 disebutkan, “Orang benar binasa, dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar.” Amos mengatakan bahwa keadilan bagi mereka menjadi racun (ipuh) yang mematikan. Sehingga tidak ada lagi kebenaran di tengah bangsa Israel.

Namun, keadilan Allah tetap dinyatakan. Nabi Yesaya berkata; “Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap.”(Yes 10:22)_ Allah pasti konsisten dengan firman-Nya. Dia pasti melakukan apa yang Dia ucapkan.

Israel memang menjadi kuat dan hebat. Tapi itu karena Tuhan. Bukan karena kehebatan mereka. Maka sehebat dan sekuat apapun mereka, jika mereka melawan Allah, mereka pasti dihukum. Mereka akan dibinasakan. Sehingga meski kubu pertahanan mereka kuat, kokoh dan yang membuat mereka nyaman, tapi semuanya itu akan hilang lenyap. Akan dimusnahkan. Allah akan membinasakan mereka.

Murka Allah akan berlaku bagi Israel, sekalipun mereka umat pilihan Allah. Karena Allah maha adil dalam perbuatan-Nya. Dia akan menegakkan keadilan dan kebenaran atas umat-Nya yang bengkok hatinya. Karena mereka tetap tegar tengkuk dan congkak, maka Allah membinasakan mereka. Mereka ditawan dan dijajah bangsa asing. Itulah yang terjadi.

Maka Allah mengutus Amos kepada mereka yang bejat agar bertobat. Jika mereka mencari Tuhan, mereka tidak binasa, tapi hkdup, dibina dan diberkati Allah. Tetapi jika mereka menolak Allah, mereka tidak dibina lagi, tapi pasti dibinasakan Allah. Dia selain maha kuasa dan maha kasih, juga maha adil. Keadilan-Nya, pasti ditegakkannya.

Demikian firman Tuhan hari ini: “Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu,” (ay 9).

Dibina atau dibinasakan, silahkan pilih. Allah sangat moderat. Dia tidak memaksa pilihan kita. Tetapi setiap pilihan, ada risikonya. Jika kita ingin dibina, hidup selamat dan diberkati, bertobatlah. Carilah Tuhan dan hiduplah dalam Dia.

Tetapi jika mengeraskan hati, tetap melawan Allah, pasti dibinasakan. Allah bukan hanya membinasakan tubuh, tapi juga jiwa. Jadi, melawan Allah binasa di bumi dan sampai kekal. Jika kita memilih dibina, bertobatlah. Hiduplah setia dan taat kepada Tuhan. Tersedia kasih karunia dan berkat melimpah untuk kita. Terpujilah Kristus selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami terus hidup setia dan taat pada-Mu dan pakailah kami sesuai rancangan-Mu yang agung, amin.

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: 6 Februari 2024AlkitabRenungan KristenRHK GMIMTuhanYesus Kristus
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Foto surat keterangan tanda laporan kehilangan 2 buah barang berharga.

Kehilangan Surat Berharga, Pemilik Berharap Penemu Bisa Menghubunginya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • KMPA Tansa dan KPAB Nucifera Tebar Kepedulian 14 Juni 2026
  • Perkuat Advokasi Hukum, AJI Manado Gelar Pelatihan Paralegal Bersama LBH Pers 13 Juni 2026
  • Monolog Bung Karno Pecah di Festival Bung Karno Manado, Nehemia Takaseda Tuai Apresiasi Penonton 13 Juni 2026
  • Dosen Administrasi Bisnis Polimdo Dorong Digitalisasi Rumah Kayu Woloan Lewat Pelatihan SEO dan Brand Visual 13 Juni 2026
  • KH. Hairudin Bandu Kembali Nahkodai APPSI Kota Bitung 12 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In