• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi
Renungan Kristen 26 Januari 2024: Maju Tak Gentar Membela yang Benar

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: istimewa)

Renungan Kristen 26 Januari 2024: Maju Tak Gentar Membela yang Benar

by Agustinus Hari
26 Januari 2024
in Edukasi
0
0
SHARES
124
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen hari ini Jumat 26 Januari 2024 diberi judul: Maju Tak Gentar Membela yang Benar. Renungan ini sesuai dengan bacaan Alkitab Kisah Para Rasul 25:11.

Sikap Preskius Festus sebagai wali negeri yang relatif memberi ruang kepada imam-imam kepala, tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat untuk menggiring rasul Paulus disidangkan lagi di Yerusalem, membuat Paulus tegas menyatakan sikapnya tentang keadilan dan kebenaran dalam penegakan hukum, terkait kasus yang dituduhkan kepadanya. Paulus tidak mau Festus berkompromi dengan rencana jahat dan tuntutan atau dakwaan palsu karena tidak mendasar dari para pemuka agama itu.

Paulus menyatakan bahwa Festus sebagai hakim tunggal dalam persidangan itu haruslah tegas dan jangan bimbang dan atau ragu apalagi takut dengan siapapun dalam mengambil keputusan. Kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus dijunjung tinggi. Tidak boleh mengambil keputusan di bawah tekanan atau karena takut dengan siapapun. Harus obyektif dan berdasarkan fakta persidangan yang ada, yakni sesuai dengan pembuktian atas tuduhan atau gugatan kepadanya. Sehingga, proses persidangan berlangsung dengan baik dan benar, tidak diskriminatif dan subyektif.

Paulus menantang sekaligus meminta Festus dan juga para pendakwanya melakukan proses peradilan terhadap dirinya sesuai dengan prinsip persidangan yang berlaku. Yakni bahwa para penggugat harus membuktikan tuduhannya kepada Paulus, sehingga dapat diketahui atau diperoleh fakta dan kebenaran yang sejati dalam persidangan itu. Menurut Paulus, dia tidak takut dan tidak keberatan dengan apapun keputusan kepadanya, asal itu dilakukan secara obyektif dan adil.

Bagi Paulus, jika dia terbukti bersalah berdasarkan pembuktian yang diungkapkan oleh para imam kepala, tua-tua Yahudi, ahli Taurat dalam persidangan yang setimpal dengan hukuman mati, dia siap menerima dengan hati terbuka tanpa syarat. Paulus rela mati kalau memang dia terbukti melakukan kejahatan sesuai dengan tuntutan mereka. Jika semua tuduhan itu terbukti benar, dan memang dia terbukti bersalah, maka dia merelakan dirinya dihukum mati, sesuai tuntutan mereka. Paulus tidak takut dengan semuanya itu. Dia tahu apa yang dia perbuat, maka dia menantang agar para pendakwa atau penggugatnya silahkan mengajukan bukti secara fisik atau dalam bentuk yang lain.

Akan tetapi, jika mereka tidak mampu membuktikan tuntutan atau gugatan mereka kepada Paulus, mereka juga harus mengakui kesalahannya dan Festus harus membebaskan dia dari tuntutan itu. Dengan demikian, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan dirinya sebagai anugerah kepada para penggugat. Karena hal itu bertentangan dengan prinsip keadilan dan penegakkan hukum yang adil dan benar.

Paulus sengaja menyampaikan itu karena dia tahu bahwa mereka tidak dapat membuktikan bahwa dia bersalah seperti yang mereka tuduhkan. Selain itu, Paulus menyuarakan suara kenabian sekaligus kritik itu kepada Festus sebagai pemimpin yang akan mengambil keputusan dalam persidangan itu agar tidak memihak pada ketidakadilan. Dia harus menegakkan keadilan dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran yang sesungguhnya. Bukan karena tekanan.

Meski dia seorang diri, tapi tidak membuat Paulus gentar menghadapi hadangan musuh yang jumlahnya banyak bahkan juga pemimpin umat. Paulus tahu bahwa apa yang dia perjuangkan adalah menegakkan kebenaran dan keadilan. Maka dia tidak mundur, sekalipun berhadapan dengan tua-tua Yahudi dan imam-imam kepala yang adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Bagi dia membela kebenaran adalah mutlak dan menegakkan keadilan merupakan keharusan. Dia tak pernah gentar meski sendirian berjuang membela pelayanannya yang juga menjamin kehidupan orang banyak. Dia berani menantang maut dan siap mati demi memenangkan kebenaran. Sebab dia yakin, kebenaran akan keluar sebagai pemenang dalam segala hal, termasuk dalam peradilan dirinya.

Demikian firman Tuhan hari ini: “Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!, (ay 11).

Berani membela kebenaran dan keadilan, haruslah menjadi prinsip hidup kita. Jangan menyerah, pasrah apalagi kompromi dengan yang jahat. Tolak segala kejahatan dan segala ketidakbenaran dalam bentuk apapun.

Jangan takut melakukan kebenaran, sekalipun kita sendirian. Tolaklah yang jahat. Hiduplah sesuai firman, taatilah hukum dan lakukanlah kehendak Tuhan tanpa takut dan gentar. Dialah Pembela dan Penolong kita. Jika kita hidup baik, benar, adil dan terus setia dan taat kepada Kristus, pasti kita akan menjadi pemenang dalam segala perkara, seperti Paulus, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: 26 Januari 2024AlkitabKristusPerjanjian BaruRenungan KristenRHK GMIMYesus
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Timnas Indonesia Catatkan Sejarah Piala Asia, Minggu Duel Australia

Timnas Indonesia Catatkan Sejarah Piala Asia, Minggu Duel Australia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • AMSI dan PWI Desak Penghapusan Pajak Pengetahuan Untuk Keberlanjutan Media Nasional 12 Januari 2026
  • KMPA Tansa dan KPA Tulap Bagikan Bibit Rica Gratis di Girian Bitung 11 Januari 2026
  • MUSCAB IBI Bolsel ke-IV Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas Bidan melalui Sosialisasi PMB UM Manado 10 Januari 2026
  • UM Manado Sosialisasikan PMB di DINKES Boltim – Puskesmas Tutuyan 10 Januari 2026
  • Bupati Michael Thungari Hadiri Peresmian dan Pentahbisan GMAHK Jemaat Aha Patung 10 Januari 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In