Manado, Barta1.com – Dalam Renungan Kristen pada hari ini Jumat 12 Januari 2024 dengan judul Lupakan Masa Lalu, Raih Hadiah Sorgawi dengan bacaan Alkitab Filipi 3:13-14.
Meski telah ditangkap Yesus, menjadi percaya, mengenal dan mengikuti Kristus dan memberitakan Injil dengan luar biasa, namun rasul Paulus tidak jumawa. Dia tidak merasa sombong rohani apalagi, angkuh atau sok-soan karena sudah meraih apa yang hendak dia capai atau dia tangkap, yakni hidup dalam kebenaran dan keselamatan kekal bersama Kristus. Justeru Paulus merasa masih ada “PR” yang harus dia kerjakan. Yakni bahwa dia masih harus bekerja dan memberi buah bagi Kristus dan untuk keselamatan banyak orang.
Apa yang sudah dia lakukan, dia anggap itu sebagai bagian dari masa lalu. Dia meninggalkan semua yang terjadi di masa lalu, dan fokus menghadapi apa yang menjadi tugas, dan tanggungjawabnya memberitakan Injil kepada segala bangsa, demi keselamatan banyak orang dan pasti dirinya sendiri juga.
Jadi Paulus tidak lagi berbalik ke masa lalu. Dia sudah menatap masa depan. Dia meninggalkan dan melupakan semua yang sudah terjadi dan mempersiapkan dan mengarahkan dirinya apa yang ada di hadapannya. Terutama dalam memberitakan Kristus kepada semua orang, agar semakin banyak orang percaya dan beriman kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, sehingga semakin banyak pula orang yang diselamatkan. Jadi, dia harus terus bekerja dan memberi buah dalam penginjilannya, bagi banyak orang untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus.
Melupakan masa lalu dan fokus kepada masa depan. Di depannya itulah dia hendak membuka jalan kebenaran untuk orang lain agar mengenal dan percaya pada Yesus. Sehingga hidup Paulus semakin diberkati dalam pelayanannya dan dia meraih hadiah sebagai panggilan sorgawi dari Tuhan Allah, di dalam Yesus Kristus. Tetapi, Paulus tidak berorientasi ekslusif (tertutup) untuk dirinya, tetapi inklusif (ekslusif) untuk orang lain. Justeru itulah yang penting dalam hidupnya untuk memberitakan Injil Kristus kepada semua orang.
Yesus menangkap bukan tanpa maksud. Justeru Dia memakai Paulus sebagai mitra kerja-Nya di dunia untuk memberitakan Injil-Nya di dunia. Yakni di luar orang Yahudi ataupun Israel. Karena Injil harus disebarkan ke seluruh dunia. Maka Allah memakai Paulus secara luar biasa. Bahkan, PB (Perjanjian Baru) dari 27 kitab yang ada, 14 di antaranya (jika termasuk Ibrani) ditulis oleh Paulus. Artinya, lebih dari setengah kitab PB ditulis oleh Paulus.
Semua itu merupakan bagian terpenting dalam fokus hidup Paulus. Sebab dia merancang hidupnya untuk mengejar sambil berlari-lari menuju masa depannya. Sebab tujuannya adalah untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebab hadiah itu disiapkan oleh Dia, Sang Tuhan dan Juruselamat dunia bagi dia.
Melupakan masa lalu bagi Paulus berarti meninggalkan semua perbuatan yang dulu dia anggap baik tapi ujungnya adalah sia-sia dan hampa belaka. Semua kebanggaan dan kejayaan masa lalunya itu dia tinggalkan. Artinya semua dosa masa lalu dilupakan dan ditinggalkannya, dan dia fokus berubah untuk hidup baru, yakni hidup yang mencari Tuhan, mengejar kebenaran, menyebarkan dan memberitakan Injil dan menjadi berkat bagi sesama, baik atau tidak baik keadaannya. Sebab dengan cara hidup yang demikian, dia akan beroleh hadiah yang dia kejar itu.
Fokus dan terus terarah pada Kristus, itulah yang dia tatap. Dia memilih hidup setia dan taat kepada panggilan Kristen, sedia melayani dan rela berkorban nyawa sekalipun untuk memberitakan Injil Kristus ke segala bangsa di bumi. Dinding penjara pun tak sanggup menahan gempa Injil yang diberitakannya, karena Kristus beserta dengannya. Itulah sebabnya dengan gagah berani dia tatap masa depan dengan hidup menyenangkan dan memuliakan Tuhan. Segenap hidupnya dia pakai hanya untuk melayani Kristus dalam Roh dan Kebenaran-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus, (ay 13-14).
Mengejar panggilan sorgawi dari Kristus adalah fokus Paulus. Karena dengan demikian, dia bukan hanya meraihh surga yang kekal, tetapi juga “surga di bumi.” Maksudnya, selain masuk sorga, hidup kita di bumi dijamin dan diberkati Kristus dengan heran dahsyat dan ajaib.
Itulah keuntungan kita yang melupakan dosa dan berubah fokus kepada panggilan sorgawi. Dosa kita telah Dia lupakan seiring dengan pertobatan kita. Janganlah ingat lagi, apa yang sudah Tuhan lupakan. Jangan lupa apa yang Tuhan ingatkan, yakni fokus pada Kristus, mengikuti dan melakukan kehendak-Nya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post