Manado, Barta1.com – Renungan Kristen hari kedua di tahun yang baru, atau 2 Januari 2024 dengan judul Insaf dan Takutlah Akan Tuhan diambil dari bacaan Ulangan 8 : 5 – 6.
Orang Israel sungguh berbahagia. Juga kita yang telah hidup percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Bangsa Israel dan kita bukan hanya menjadi bangsa pilihan dan kesayangan-Nya, tetapi diangkat-Nya menjadi anak-Nya. Allah memperlakukan kita bukan sebatas sebagai seorang hamba, tetapi kita mendapat keistimewaan diperlakukan sebagai anak-Nya sendiri. Hubungan kita dengan Kristus menjadi tak ada batasnya. Bahkan kapan saja kita mau berjumpa dengan-Nya, Dia ada dan selalu bersedia.
Begitu baik dan dahsyatnya kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus bagi kita umat yang diperlakukan-Nya sebagai biji mata-Nya sendiri. Demi kebaikan dan keselamatan kita, Dia dengan sabar dan penuh kasih tiada henti mengajar orang Israel dan kita sebagai Israel baru saat ini. Israel sungguh dimanjakan, disayangi dan diberkati secara heran, dahsyat, ajaib dan luar biasa. Tuhan melakukan banyak mujizat untuk kebaikan umat yang adalah anak-Nya sendiri. Begitulah kebaikan Allah yang dahsyat untuk kita.
Hanya oleh kasih karunia Allah saja, bangsa Israel boleh melewati perjalanan di padang Gurun selama 40 tahun lamanya dengan tantangan dan ancaman keselamatan hidup mereka. Mereka tidak berkekurangan, tidak kehausan, tidak kelaparan dan tidak dibiarkan-Nya terlantar apalagi diserang oleh musuh dan binatang luar dan buas. Mereka aman dan nyaman. Ketika diserang musuh, mereka pasti menang. Karena Allah yang berperang ganti mereka. Dialah Pahlawan sejati Israel dan semua orang beriman.
Karena itu, sebelum memasuki tanah Perjanjian atau tanah Kanaan, Allah mengiajarkan umat Tuhan agar mereka harus insaf, sadar diri dan bertobat serta hidup taat dan setia kepada Allah. Mereka harus senantiasa tahu dan menyadari cara hidup yang baik dan benar ketika sudah berada di negeri yang Allah janjikan kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Sehingga mereka memiliki hidup yang berkemenangan, berlimpah berkat, umur panjang dan selamat.
Pengajaran Allah ini dilakukan sebagai wujud sayang seorang Ayah kepada anak-Nya. Karena itu, adalah suatu kebodohan jika seorang anak mengabaikan dan melalaikan didikan yang baik dari Ayahnya yang adalah Allahnya sendiri. Sebab dengan insaf dan melakukan semua pengajaran Allah di negeri itu, mereka akan menuai berkat berkelimpahan dalam hidup mereka.
Jadi, kunci agar hidup mereka aman, nyaman dalam lindungan Allah, diberkati dengan melimpah, umur panjang, sejahtera dan dihormati serta dimuliakan bangsa-bangsa, maka mereka haruslah hidup takut akan Tuhan. Yakni hidup menurut jalan yang telah Tuhan tunjukkan kepada mereka. Itulah hukum Taurat yang Allah berikan melalui hamba-Nya Musa.
Allah melakukan semuanya sebagai wujud cinta kasih-Nya yang tak terbatas kepada umat pilihan dan kesayangan-Nya. Karena itu, pengalaman pengkhianatan umat Israel dalam perjalanan di Padang Gurun harus menjadi peringatan kepada mereka. Agar mereka tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama, sehingga terhindar dari hukuman baik secara fisik di bumi, maupun dalam siksa di kehidupan kekal.
Ingatlah bahwa hukuman bagi mereka yang jahat, suka menghianati Tuhan, akan dihukum Allah dengan keadilan-Nya yang tinggi luhur dan mulia. Jika Allah mengadili dan menghukum, tak ada yang sanggup menggugat apalagi melawan-Nya. Semua pasti terjadi sesuai rancangan dan kehendak-Nya. Maka kita diingatkan agar selalu insaf, bertobat dan hidup takut akan Tuhan. Agar kita bukan hanya tidak dihukum, tapi diberkati Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini: Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. (ay 5-6).
Seperti orang Israel, kita sebagai Israel masa kini juga menjadi umat kesayangan Allah. Maka jangan sia-siakan dan khianati kasih, pengorbanan dan cinta Allah yang tak terbatas akan kita. Insaflah selalu. Sadar dan turutilah jalan yang telah Tuhan tunjukkan. Hiduplah sesuai pengajaran Allah dengan takut akan Tuhan.
Sebab jika kita hidup setia dan taat pada-Nya, maka damai sejahtera, berkat melimpah dan keselamatan menjadi milik kita di tahun 2024 ini bahkan sampai selamanya, di bumi dan di sorga, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post