• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Perjuangan Hidup Justman Entjaurau Dan Kunci Sukses

by Meikel Eki Pontolondo
28 November 2023
in Edukasi
0
Ketua IKA Polimdo, Justman Entjaurau (Foto: istimewa)

Ketua IKA Polimdo, Justman Entjaurau (Foto: istimewa)

0
SHARES
325
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com– Siapa yang tidak mengenal Bacharuddin Jusuf Habibie atau kebanyakan masyarakat Indonesia menyebutnya BJ Habibie. Presiden ke-3 RI itu, nyatanya menjadi salah satu panutan  Justman Entjaurau dalam menjalani hidup kalah itu duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).  Lelaki kelahiran Essang, 13 September 1980 itu, mengagumi akan pengetahuan dari sosok pembuat pesawat pertama Indonesia ini.

“Sejak kelas 2 SMP saya berkeinginan untuk menjadi seperti Bapak BJ. Habibie yang bisa menguasai teknologi, ketika beranjak naik ke kelas 3 SMP. Saya mencoba mencari informasi jurusan apa yang tepat untuk dimasuki, sedianya ada kemiripan  pengetahuan dengan Bapak BJ. Habibie,” ungkap Justman kepada Barta1.com, senin (27/11/2023).

Ketika lulus dari SMP tahun 1996, Justman memilih melanjutkan studinya di sekolah teknologi menengah (STM) Negeri Manado atau  dikenal kini SMK Negeri 2 Manado, dan sekolah yang dimasuki itu direstui oleh kedua orang tuanya, yakni Djetro Entjaurau seorang guru dan Fatman Panaha sebagai Ibu rumah tangga (IRT). Anak ke 3 dari 6 bersaudara itu, mulai mandiri untuk pertama kalinya dan tidak tinggal bersama orang tuanya, demi mencapai apa yang dicita-citakan.

“Saya mendaftarkan diri di STM, namun jurusan teknik mesin yang dituju sudah ditutup, karena sudah di Manado, sebagai anak perantau terpaksa harus memilih jurusan lain dan berpikir sekolah saja dulu. Dan keputusan yang diambil, di mana saya memilih masuk jurusan bangunan gedung,”ujarnya.

Jurusan yang diambil saat itu, kata ketua Ikatan Alumni (IKA) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) ini, menjadi salah satu pilihan dari orang tua dikarenakan pada zaman itu pelaksanaan pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat terasa, sehingga cita-cita saat itu, ketika selesai STM nantinya bisa bekerja di salah satu proyek.

“Selama bersekolah di STM saya tinggal sebagai anak kost di bangunan permanent milik salah seorang guru, ketika masuk tahun kedua saya izin pamit pindah kost, karena harus memilih kost yang bisa dijangkau, mengingat kondisi keuangan keluarga menurun, di mana ayah saya sedang membiayai 5 anak lainnya,” tuturnya sembari mengatakan yang terpenting saat itu memiliki tempat tidur, tempat belajar, dan tentunya bisa bersekolah.

Lanjut  Justman, akhirnya ia mendapatkan tempat kost yang cukup walaupun kurang baik, mengingat kondisi kost  saat itu dindingnya terbuat dari bambu, atau yang sering disebut masyarakat Manado bulu pitate.

“Dengan tempat tinggal yang sederhana ini, yang terpenting bagi saya tempatnya aman dan bisa ditinggali. Guna mempercantik kost, dinding bagian dalam saya tampalkan  koran-koran atau majalah, yang tujuannya agar kamar saya tidak bisa dilihat oleh orang lain dari luar,” katanya.

Ia menceritakan tantangan lainnya yang dihadapi pada proses penyelesaian studi di STM, yakni ketersediaan makanan dan uang untuk membayar biaya sekolah yang sering terlambat, mengingat  pengiriman uang membutuhkan waktu yang panjang, dikarenakan jarak serta kondisi transportasi laut waktu itu dari tanah kelahiran Prodisa-Nusanangin Essang sangat sulit.

“Dengan  kondisi yang serba berkekurangan saya mulai mengatur menu makanan sesuai dengan kondisi keuangan. Seperti biasanya makanan anak kost perpaduan nasi, telur dan supermi, terkadang juga makan ikan, tapi tidak selalu. Satu waktu di kost  hanya tersisah 1 telur saja, kemudian saya goreng dan dibagi menjadi 3 untuk makanan sehari,” jelasnya.

Bahkan untuk tidak membebani orang tua saat di perantauan, Justman memilih untuk bekerja sebagai tukang (knek) bangunan sambil mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan saat di sekolah. Uang yang didapatkan saat menjadi knek diperuntukan untuk pembayaran kost, SPP (sumbangan pembinaan pendidikan),  kebutuhan makanan, dan pakaian sekolah.

“Bukan menjadi tukang saja, saya pernah ikut saudara untuk menjadi panjaga wc/toilet di Pasar Pinasungkulan. Tugas saya saat itu membersihkan dan memastikan toilet yang dipakai orang dalam keadaan bersih, selain itu, pernah juga menjadi knek pengangkut bahan material. Bahkan pernah  bekerja menggali sumur, semuanya untuk mencukupkan kebutuhan hidup. Ketika memasuki program PKL (Praktik Kerja Lapangan), saya ikut terlibat bekerja supaya mendapatkan pendapatan tambahan,” tambahnya.

 

Keluarga Besar Entjaurau-Lengkong (Foto: istimewa)

Suami dari ketua  Persatuan Antar Alumni (PATRA) Biro Kerohanian Kristen (BKK) Polimdo, Ruth Lengkong,  menceritakan  perjuangannya menyelesaikan sekolah di STM tidak lepas dari peran orang tua, yang selalu memberikan dukungan untuk tetap bersemangat dalam menjalani studi, agar nantinya bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa berhasil. “Jangan pernah mengingat kesusahan orang tua, yang terpenting bisa bersekolah,” singkat Justman mengingat pesan kedua orang tuanya.

“Setelah lulus dari STM, saya mencoba mendaftarkan diri di kampus Polimdo tahun 1999, mengingat ilmu yang didapatkan di STM rasanya masih kurang. Keinginan untuk melanjutkan studi, tentunya meminta restu dari orang tua. Dan saya menyampaikan  berkaitan dengan biaya perkuliahan dan kebutuhan lainnya, nanti saya akan tambahkan dengan uang dari pekerjaan tambahan yang akan ditekuni nantinya. Mendengar penjelasan saya, akhirnya orang tua mengijinkan dan akhirnya memilih jurusan teknik sipil,” cetusnya.

Saat memasuki perkuliahan Justman memegang prinsipnya yakni, mampu menyelesaikan studi dan bisa berprestasi. “Apapun yang terjadi harus dijalani, dialami, dan  dilewati, karena ini bagian  dari tantangan kehidupan, sehingga dengan  tekad yang kuat bisa membuahkan hasil dengan beasiswa yang bisa saya dapatkan.”

“ Setelah menyelesaikan studi di Kampus Polimdo,  kemudian saya diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta yang memiliki cabang di Kota Manado, yang bergerak di bidang beton. Di perusahaan ini hampir 2 tahun saya bekerja sejak  2002 hingga 2004 pertengahan tahun. Berikutnya, saya  ke perusahaan lokal yang saat itu lebih berorientasi kepada pekerjaan bengkel last dan body repair terhitung  sejak tahun 2004 sampai 2009. Sampai akhirnya di tahun 2010 menjadi bagian dari ASN  (Aparatur  Sipil Negara),” ujar Bapak 3  anak itu.

Menurut Justman, mendaftarkan diri menjadi seorang ASN awalnya hanya ikut-ikutan, dan ternyata dirinya bisa lulus. “Lulus menjadi ASN  dasarnya adalah ketika saya bekerja hampir 7 tahun di perusahaan swasta. Dari awalnya seorang pekerja yang diperintahkan oleh atasan, sampai menjadi orang yang memerintah di perusahaan, sehingga singkat kata oleh perusahaan swasta saya dinilai sangat tinggi untuk tetap bekerja di perusahaan dengan selerty dan asset yang diberikan sangat baik,” imbuhnya.

Kasubag Rumah Tangga DPRD Provinsi Sulut (foto: istimewa)

“Hari ini saya tinggal memetik setiap usaha yang sudah dilewati bahkan lebih dari apa yang dicita-citakan, semuanya karena pemberian Tuhan Yesus yang memberkati perjalanan hidup dan perjuangan ini. Kunci suksesnya adalah   takut akan Tuhan, mengutamakan Tuhan dalam segala hal, disiplin, jujur, memiliki attitude yang baik, kerja keras, melibatkan diri dalam organisasi sehingga bisa menjalin kebersamaan dengan banyak orang, kemudian memiliki sifat dan sikap empati dan simpati, dan terutama memelihara kehidupan keluarga,” cetus Kasubag rumah tangga DPRD Provinsi Sulut ini.

Kata Justman, setiap kehidupan kadang terlalu susah dan kadang juga terlalu mudah. Untuk itu, jangan pernah putus asa dan mudah menyerah dalam  menjalani kehidupan yang penuh dengan  tantangan ini. Percaya Pada Tuhan, percaya juga pada kemampuan pribadi, dan perlu mencari teman yang memiliki kesamaan visi dan misi. (*)

 

Peliput: Meikel Pontolondo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Barta1.Com
Tags: IKA PolimdoJustman EntjaurauPATRA Politeknik Negeri Manado
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Penyerahan piala bergilir oleh Diretur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA kepada Ketua dan Sekretaris Jurusan Elektro. (Foto: meikel/barta1)

Jurusan Elektro Juara Umum Dies Natalis Polimdo ke 36 Tahun

Discussion about this post

Berita Terkini

  • PLN Pasang Sambungan Listrik Gratis untuk Enam Keluarga di Boltim 24 Juli 2026
  • PLN Pulihkan 94 Persen Pasokan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026
  • PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026
  • PLN Kembangkan Budidaya Spirulina untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Minahasa Utara 24 Juli 2026
  • BPBD Petakan Dampak Banjir dan Longsor di Sangihe, Data Kaji Cepat Jadi Dasar Penanganan Darurat 23 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In