Maluku, Barta1.com- Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjadi salah satu perwakilan untuk mendampingi tim teknis Urban Spesial Indonesia dalam pembuatan peta batas desa di Kabupaten Pulau Rao, Maluku Utara, selama 5 bulan, terhitung sejak bulan Juni hingga Oktober 2023.
Polimdo yang diwakilkan oleh Mad Syarief terlibat dalam pembahasan segmen batas desa, yang dilakukan secara kartometrik dengan arahan dari tim Badan Informasi Geospasial (BIG).
“Sebanyak 88 desa menjadi bagian dalam pembuatan peta batas dan prosesnya sudah 90 persen, tinggal menunggu pengesahan dari Kemendagri,” ungkap Mad kepada Barta1.com, Jumat (3/11/2023).

Menurutnya, dalam tata kelola pemerintahan umum, Pemerintah perlu menjamin tertib administrasi Pemerintahan dan memberikan kejelasan serta kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa.
“Maka dari itu, sangat diperlukan penetapan dan penegasan batas desa dalam daerah Pulau Morotai,” ujarnya.
Sebagai perwakilan dari Polimdo, tentunya mengapresiasi keputusan dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, apalagi dalam proses pembuatan peta batas ini dihadiri langsung oleh pejabat Bupatinya.
“Tentunya saya sangat antusias dan senang bisa terlibat dalam kegiatan ini, apalagi menjadi perwakilan dari Polimdo, tentunya ini juga menjadi peran kami dalam membantu program pemerintah untuk kemaslahatan banyak orang,” tutur Alumni Polimdo ini.
Diketahui, dalam proses pembuatan peta batas dihadiri oleh PJ Bupati Pulau Morotai, Tim BIG, Pendamping Teknis Urban Spesial Indonesia dan Polimdo itu sendiri.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post