Manado, Barta1.com – Nikhen Mokoginta terus menapaki kakinya untuk mencapai 100 Gunung selama 2 tahun, sesuai dengan target “Kelana Nusantara” yang ia rintis. Sebelumnya, sudah menjejaki 24 gunung. Setelah berada di Sulawesi Utara, dirinya beranjak lagi untuk menambah angka gunung yang akan ia pijaki. Pulau Jawa menjadi sasaran utamanya dengan menaiki 11 gunung. Sehingga total keseluruhan yang ia kunjungi sebanyak 35 gunung.
Cuaca hujan, panas, berangin, disertai dengan track yang menantang. Bukan sebuah penghalang bagi Mokoginta untuk mencapai apa yang dituju. Satu per satu halaman buku menjadi teman Mokoginta saat beristirahat, baik dirinya sedang berada di mobil muatan yang ia tumpangi, maupun keberadaannya di puncak pegunungan. Sedangkan Perkotaan ia jadikan sebagai tempat peristirahatan dan silahturahmi.
Tak melakukan pendakian, bagaikan dirinya tidak membaca dan menulis, begitulah sedikit cerita dari anggota MPA Alaska Universitas Gorontalo ini. “Saya mendapatkan kesan yang berbeda dari pendakian sebelumnya. Perbedaan itu, ketika mengikuti pendakian maraton, dalam artian dari gunung satu langsung ke gunung lainnya, dan jaraknya hanya satu hari saja,” ungkap Mokoginta.
Lanjut Mokoginta, pendakian gunung ke gunung biasanya memakan waktu seminggu. Ketika di Pulau Jawa jaraknya hanya sehari, kemudian dilanjutkan dengan pendakian di tempat lainnya. “Ekspedisi pendek 5 gunung di Jawa Tengah, kesannya lebih asik daripada kita membuat jarak begitu panjang,” singkatnya.
“Target saya 100 gunung, namun kemarin mencoba membuat target pendek, seperti maraton 5 gunung. Pendakian itu sangat teratur, terencana, dan bertahan hingga mencapai target yang panjang,” cetusnya.
Perempuan kelahiran Gorontalo, 30 September 1997 ini, menargetkan pendakian di Pulau Jawa hingga Agustus, kemudian akan beranjak ke Kalimantan, Maluku, Maluku Utara dan Papua. “Selama pendakian adapun kesulitan yang didapatkan dalam beberapa bulan ini, yaitu administrasi. Saya harus mengurus izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI) dan biayanya juga begitu mahal. Pegunungan di Sulawesi dan Jawa itu sangat berbeda proses administrasinya,” jelasnya.
“Setiap kesulitan di lapangan dapat diatasi dengan ketenangan, berpikir, Kemudian mencari solusi, tanpa harus menghadapinya dengan kepanikan,” tuturnya.
Ini daftar gunung yang sudah dikunjungi Nikhen Mokoginta, diantaranya KPG, Tilongkabila, Ijen, Bromo, Ambang, Rinjani, Kerinci, Soputan, Lokon, Klabat, Penanggungan, Semeru, Puncak Lestari, Pundak, Sumbing, Sago, Marapi, Talang, Tampusu, Batur, Agung, Sangeang Api, Bawakaraeng, Latimojong, Empung, Palakala, Rorekautimbu, Lawu, Merbabu, Sindoro, Prau, Slamet, Andong, Telomoyo dan Bekel.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post