• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Angka Kemiskinan di Sulut Turun 0,49%, Albugis: Bukan Keberhasilan

by Agustinus Hari
19 Juli 2023
in Politik
0
Anggota DPRD Sulut Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Kota Manado

Anggota DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
80
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulut (Sulawesi Utara), Reza Dotulung dimintai penjelasan oleh anggota Badan Anggaran DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis, terkait capaian penaggulangan kemiskinan di Sulut.

Dotulung menjelaskan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulut dari tahun 2016 di angka 71. Sedangkan di akhir tahun 2022, IPM mencapai angka 74, kemudian untuk presentase penduduk miskin di tahun 2016 ada di angka 8,34 persen.

“Dengan menggunakan garis kemiskinan Rp 427.000 rupiah per bulan, sesuai dengan angka kemiskinan BPS tahun 2022, presentase penduduk miskin turun menjadi 7,28 persen. Atau terjadi penurunan, sekitar 0,49 persen,” jelas Dotulung di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Senin (10/7/2023).

Menurutnya, dari dini rasio, terkait dengan pemerataan pendapatan dari tahun 2016 di angka 0,386 turun menjadi 0,365. Jadi secara sekilas bisa dilihat bahwa program dan upaya pemerintah provinsi Sulut sudah on the track. “Namun, kami tidak menutup diri dari pandangan kritis. Ada beberapa capaian yang masih belum dicapai, misalnya terkait dengan stunting, Kemudian akses sanitasi dan indeks infrastruktur. Akan tetapi, kami akan terus berupaya, terutama di dalam penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah),” cetusnya.

Meski begitu, Albugis menyebutkan sesuai dengan data yang diterima, anggaran APBD tahun 2022 dengan angka Rp 1 triliun ada 3 sasaran dalam menanggulangi kemiskinan. Kemudian sasaran yang paling penting adalah kantong kemiskinan. Dengan 35 program apakah TPAD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) sudah berbangga menurunkan angka kemiskinan cuman nol koma. Apakah ini bentuk dari keberhasilan daripada penyusunan anggaran ini. Apakah ini menggembirakan bagi masyarakat miskin, bagi saya ini belum,” tegas Albugis.

Mungkin anda bergembira, kata Albugis, pada saat pelaporan diterima oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), tetapi rakyat miskin belum merasakan anggaran Rp 1 triliun ini mengena sasaran, karena hari ini masih ada masyarakat miskin makan satu kali sehari.

“Coba tanyakan kepada wakil rakyat kita yang ada di dapilnya masing-masing, apakah menggembirakan dengan angka yang anda tetapkan sebesar Rp 1 triliun, namun tidak mengena sasaran dari 35 program yang ada. Ini harus menjadi catatan bagi anggota Banggar, bahwa angka 1 triliun ini tidak kecil untuk 35 program, yang seharusnya angka 1 triliun ini ditetapkan pada perioritas utama sesuai dengan wilayah dan kondisi, daripada masing-masing daerah,” terang anggota Fraksi Nyiur Melambai ini.

Ia menambahkan apa yang pernah disampaikan oleh Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) itu benar, tetapi Bappenas melihat itu secara nasional, bukan dilihat dari kebutuhan yang ada di Sulut. Maka dari itu, dirinya berharap TPAD Provinsi Sulut, dalam rangka memperbaiki dan menata angka kemiskinan ini menjadi perioritas utama, bukan hanya untuk memperbanyak program, kemudian dibagi rata, sehingga angkanya menjadi kecil, terus bagaimana menurunkan angka kemiskinan jika pembagiannya menjadi kecil.

“Sekali lagi, angka kemiskinan yang turun nol koma, bagi saya ini bukan sebuah keberhasilan dalam penataan APBD,” pungkasnya.

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Ayub AlbugisAyub Ali AlbugisDPRD Sulut
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Ketua Dewan Pers Pimpin Juri AMSI Awards 2023, Begini Pesannya

Ketua Dewan Pers Pimpin Juri AMSI Awards 2023, Begini Pesannya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026
  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026
  • Halal Bihalal Jurusan AB Polimdo: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman 18 April 2026
  • WALHI Sulut Perkuat Gerakan Lingkungan, 18 Peserta Ikuti Pelatihan Community Organizer 2026 17 April 2026
  • Pegadaian Gelar “Mengetuk Pintu Langit”, Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 17 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In