Manado, Barta1.com – Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Dra Mareyke Alelo MBA menyampaikan tujuan utamanya mengubah parkiran, yakni mendorong seluruh civitas dibiasakan berjalan kaki.
“Sekarang berjalan hanya tiga ribu lima ratus langkah, sudah mengeluh. Padahal, setiap harinya dibutuhkan sepuluh ribu langkah. Bayangkan saat ini, mahasiswa dari tempat kost terparkir langsung di depan ruang belajarnya. Untuk saat ini, mari budayakan berjalan kaki, ketika masuk usia 40 sampai 50 tetap sehat, tanpa mendapatkan penyakit rematik,” ungkap Alelo.
Menurutnya juga, hasil penelitian dari Stanford University ada 5 negera di dunia yang penduduknya paling malas berjalan. Dan Indonesia, berada pada urutan teratas. “Untuk itu, kita sedang melakukan penataan parkiran di kampus. Adik-adik mahasiswa pasti tahu lahan kita terbatas. Tentunya, tidak semua keinginan kita dapat diakomodir,” jelasnya.
Banyak juga dosen-dosen yang mengeluhkan, baik itu di Jurusan Elektro maupun Mesin. Ketika bunyi suara yang meraung melewati jurusan-jurusan ini, membuat proses belajar-mengajar hilang konsentrasi.
“Adapun kendaraan roda empat saling bersenggolan. Ruang yang terbatas ini harus kita tata. Jika tidak, akan kehabisan emosi untuk menampung semua keluhan-keluhan, yang ada. Maka tempat di depan gedung kuliah terpadu, halaman gedung utama maupun samping auditorium yang kosong, disiapkan untuk parkiran,” terangnya.
Tujuannya, sambung Alelo, tidak untuk merugikan seluruh civitas. Dan tidak ada keinginan untuk, menyakiti. Tujuannya adalah, agar tempat parkir ini bisa menampung seluruh penggunanya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post