Talaud, Barta1.com – Ikan kakatua merupakan kelompok besar spesies ikan laut yang menghuni perairan dangkal tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di terumbu karang, pantai karang dan padang lamun. Ikan ini berperan penting dalam kelimpahan spesies terbesar dijumpai di perairan Indo-Pasifik.
Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud menyebutnya Elom, bagi yang berukuran besar. Sementara untuk yang berukuran kecil disebut Irram atau Iccam.

Populasi ikan berwarna biru yang memiliki nama ilmiah Scaridae kini terancam akibat sering ditangkap untuk dikonsumsi. Parahnya lagi, penangkapan yang menggunakan peralatan tidak ramah lingkungan merusak terumbu karang yang merupakan rumah bagi Parrot fish ini.
Hal ini mendapat perhatian khusus dari salah satu masyarakat. Pasalnya, ikan ini memiliki peran yang sangat penting bagi ekosistem laut.
Freyke Aening mengatakan, Ikan ini memakan alga, terumbu karang yang mati dan membersihkan terumbuh karang yang hidup.
“Alga yang menghambat pertumbuhan terumbu karang dimakan dan hal ini membuat terumbu karang tersebut akan lebih kuat bertahan hidup menghadapi perubahan suhu air, polusi, dan kondisi air yang keruh,” ujar Aening, Senin (10/04/2023).
Selain itu, kata Aening, masih sedikit warga yang mengetahui bahwa ikan yang masuk dalam kerajaan animalia ini merupakan penghasil pasir putih.
“Ikan ini menghasilkan pasir putih. Kotoran ikan ini berupa pasir putih halus. Bisa mencapai 450 kg dalam setahun bagi ikan dewasa,” ungkapnya.
Ia sangat menyayangkan ketika ikan ini terus menjadi incaran untuk dikonsumsi. Menurut Aening, perburuan ikan ini sudah bisa dihentikan karena tanpa disadari, ikan ini ikut berperan dalam menjaga spot wisata khususnya spot bawah laut.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post